Flash News
No posts found

Masih Baru, Ambrol

Jembatan desa Tahunan Kec. Sale ambrol.

Jembatan desa Tahunan Kec. Sale ambrol.

Sale – Jembatan beton di Desa Tahunan Kecamatan Sale yang menjadi penghubung menuju Kabupaten Blora, ambrol pada Selasa (29/4) kemarin. Padahal proyek Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tersebut baru berumur sekira empat bulan.

Jembatan dibangun satu paket dengan pembetonan jalan antara Dusun Ketapang -Sumberwungu Desa Tahunan Sale sepanjang dua kilometer. Pembangunan jalan dan jembatan tersebut dikerjakan oleh CV Wahyudi, menelan biaya Rp 1,82 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Rembang tahun 2013.

Seorang warga setempat, Suyono mengatakan, kontruksi jembatan terlalu tipis dan lemah. Kondisi itu membuat jembatan tidak kuat menahan kendaraan berat yang melintas hampir setiap hari.

Menurut Suyono, kondisi itu membuat akses kendaraan berat menuju Blora atau sebaliknya terganggu. Sebab, setelah ambrol jembatan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Kepala Desa Tahunan Ngalimun menjelaskan, salah satu penyebab jembatan beton cepat ambrol lantaran hampir setiap hari dilalui oleh kendaraan pengangkut bahan tambang. Kendaraan tersebut merupakan milik dari sejumlah perusahaan tambang, seperti PT ICCI.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada DPU Rembang, Raharja, belum bisa dikonfirmasi. Telepon dan pesan singkat dari wartawan tidak dijawab, sampai Kamis petang.

Ketua Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Laspem) Rembang, Bambang Wahyu Widodo menilai, ambrolnya jembatan Tahunan yang baru dibangun sekitar empat bulan lalu itu merupakan bukti lemahnya kontrol DPU.
Menurut pemerhati masalah korupsi ini, ambrolnya jembatan mengindikasikan, ada kesalahan terhadap pelaksanaan proyek. Ia mendesak DPU bertanggung jawab.

2 Komentar

  1. takokthoknda

    “jembatan dengan biaya Rp 1,82 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Rembang tahun 2013”, nek sale?.. dowone sepiro leh dhe?.. kok akeh men?..

  2. adim

    harus ada kesadaran untuk berubah baik dari birokrasi, pemenenga tender dan pelaksan maupun dari masyarakat sendiri. setelah bupati dipenjara mari ita sudahi perilku korupsi dan mergikan masyarakat. sepertyi ini mestinyatidak terjadi begitu BUPATI SALIM YANG KAYA RAYA SAJA MASUK PENJARA!!!.. kalo terus-terusan pasti yang menyusul akan lebih banyak!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *