Flash News
No posts found

RSBI Copot, Dana BOS Kurang

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengunjungi SMPN I Lasem, Jumat pagi.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengunjungi SMPN I Lasem, Jumat pagi.

Lasem – Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz meminta kepada jajaran sekolah SD – SMP, untuk tidak menarik iuran yang bersifat mewajibkan.

Hafidz menyampaikan himbauan tersebut, saat mengunjungi SMPN I Lasem, hari Jumat (02 Mei 2014). Menurutnya sudah ada bantuan operasional sekolah (BOS), untuk menunjang kegiatan pendidikan. Namun sekolah masih bisa menerima sumbangan dari orang tua/wali murid. Syaratnya tidak mengikat, apalagi sampai dibatasi waktu pembayarannya. Kasihan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

Kepala Sekolah SMPN I Lasem, Suyitno mengakui dana BOS belum mencukupi untuk operasional sehari hari, terutama setelah status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dihapuskan oleh pemerintah.

Ia mencontohkan sarana AC pendingin ruangan dan LCD di dalam kelas tetap digunakan seperti layaknya dulu masih RSBI. Maka sekarang orang tua murid berinisiatif memberikan sumbangan, agar kualitas kegiatan belajar mengajar tetap terjaga. Sedangkan siswa dari keluarga tidak mampu, sama sekali tidak membayar. Beruntung, sistem subsidi silang bisa dikelola dengan baik.

Sebelum meninggalkan SMPN I Lasem, Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang didampingi isteri serta sejumlah pejabat, menyempatkan waktu bertemu dengan siswa. Kebetulan, sekolah yang berada di sebelah barat terminal Lasem itu, akhir tahun 2013 lalu memperoleh penghargaan Adiwiyata tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup. Hafidz mendorong siswa lebih tekun belajar dan meningkatkan prestasi sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *