Flash News
No posts found

“Mayoritas Lulusan SD, Dapat Pesanan Super Jumbo…”

Pekerja membengkokkan kayu dengan cara dipanaskan dan dibebani batu. (gambar atas) kapal super jumbo yang memasuki tahap penyelesaian akhir.

Pekerja membengkokkan kayu dengan cara dipanaskan dan dibebani batu. (gambar atas) kapal super jumbo yang memasuki tahap penyelesaian akhir.

Sarang – Sejumlah pengusaha penggalangan kapal di desa Kalipang Kec. Sarang mulai kesulitan mendapatkan bahan baku kayu merbau. Kayu jenis tersebut, selama ini mengandalkan pasokan dari pulau Kalimantan dan Papua. Kayu merbau diyakini lebih kuat dan tahan lama, dibandingkan jenis kayu lainnya.

Jamilun, seorang pekerja di tempat penggalangan kapal desa Kalipang Kec. Sarang mengungkapkan pengiriman kayu merbau sering terlambat, karena faktor cuaca buruk di Laut Jawa dan semakin berkurangnya stok dari daerah penghasil. Kalau bersamaan pesanan kapal banyak, tentu agak menyusahkan. Paling sering order dari Juana Pati, pernah pula datang dari Lampung dan Sulawesi. Pemesan biasanya datang sendiri, karena sudah mengetahui kualitas kapal asal Sarang. Sedangkan waktu pengerjaan dan harga kapal cukup bervariasi, tergantung besar kecilnya kapal. Antara 20 hari, sebulan hingga bahkan 2 tahun. Hargapun mengikuti, perahu kecil dibandrol Rp 30 juta, untuk kapal besar, menembus harga Rp 1,5 miliar

Ramu, pekerja pembuat kapal lainnya mengakui ketika kiriman kayu merbau molor, ada alternatif kayu jati. Terkadang antara kedua bahan kayu, juga dicampur. Tapi musti menyesuaikan pesanan, yang jelas kayu merbau lebih unggul.
Saat ini, industri penggalangan kapal di desa Kalipang Kec. Sarang, semakin berkembang. Yang menarik, para pekerja sebagian besar merupakan lulusan SD – SMP. Mereka belajar secara autodidak. Tak ada satupun lulusan sarjana tekhnik kapal.

Ahmadi, koordinator pekerja pembuat kapal beralasan jika seseorang tekun menimba ilmu dari pekerja yang sudah berpengalaman, pasti akan cepat bisa.

Ahmadi menambahkan dua tahun terakhir ini, pihaknya tengah menuntaskan pembuatan sebuah kapal, dengan ukuran super besar dan baru kali pertama selama sejarah usaha penggalangan kapal di Sarang. Panjang kapal mencapai hampir 50 meter, dengan tinggi 15 meter. Menurutnya yang paling seru, manakala kapal selesai dan musti dipindah ke laut, untuk dikirim kepada pemesan. Meski ada bantuan alat berat dan roda roda khusus di bawah dek kapal, tetap saja melibatkan puluhan orang. Saat kapal mulai berjalan menghajar ombak itulah, ia merasakan kepuasan luar biasa. Kerja kerasnya bertahun tahun, lunas terbayar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *