Flash News
No posts found

Pendekar Kera Sakti Diserang, Rawan Bentrok Antar Perguruan

Tokoh pencak silat Rembang dalam sebuah kegiatan, baru baru ini. Mereka diharapkan ikut turun mengantisipasi ketegangan antar perguruan pencak silat.

Tokoh pencak silat Rembang dalam sebuah kegiatan, baru baru ini. Mereka diharapkan ikut turun mengantisipasi ketegangan antar perguruan pencak silat.

Kragan – Seorang pelatih pencak silat perguruan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti yang tengah menggelar latihan di lapangan sepak bola desa Narukan Kec. Kragan, Sabtu malam tiba tiba diserang puluhan orang anggota pencak silat dari perguruan lain. Diduga tersangka pelaku masih menyimpan rasa dendam, pasca ketegangan, beberapa waktu lalu.

Ketua IKSPI Kera Sakti Cabang Rembang, Sunardi menceritakan waktu itu 12 orang berlatih di lapangan desa Narukan. Tak berselang lama, datang rombongan berseragam pencak silat sebuah perguruan, jumlahnya mencapai 50 an orang. Ada pula yang membawa senjata tajam jenis pedang dibungkus kain mori. Mereka langsung menyerang dan menghajar anggotanya. Syaeroni (18 tahun), warga desa Narukan yang juga pelatih IKSPI Kera Sakti menderita luka luka pada bagian wajah, punggung dan bahu sebelah kanan. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Plawangan Kragan.

Usai kejadian, sekira 200 an pendekar Kera Sakti siap melakukan serangan balik. Mereka berpendapat kekerasan harus dibalas dengan kekerasan. Apalagi kejadian semacam itu sudah kali kedua. Tapi Sunardi yang berasal dari desa Kumbo Kec. Sedan tersebut, berupaya mengendalikan, jangan sampai terpancing emosi. Kalau melawan, tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah baru.

Kepala Desa Narukan Kec. Kragan, Turmundzi mengakui situasi desanya sempat tegang. Setelah aparat desa turun tangan, berangsur angsur, keadaan kembali normal, Minggu dini hari (04 Mei 2014). Ia menyesalkan kubu penyerang membawa senjata tajam, mencederai semangat olahraga pencak silat. Dalam waktu dekat, Turmundzi menyarankan lapangan jangan dipakai untuk latihan pencak silat sementara waktu.

Turmundzi menambahkan berdasarkan keterangan dari korban luka luka, identitas sejumlah pelaku penyerangan sudah dikantongi.

Ia dan juga pengurus IKSPI Kera Sakti melapor ke Polsek Kragan, agar segera ditangani, sekaligus mengantisipasi meluasnya permusuhan antar perguruan pencak silat. Sesepuh perguruan diharapkan juga mau lebih peduli terhadap masalah ini.

1 Komentar

  1. Jayson

    It’s hard to find your blog in google. I found it on 13 spot,
    you should build quality backlinks , it will help you to get
    more visitors. I know how to help you, just type in google
    – k2 seo tips and tricks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *