Flash News
No posts found

Nomor Paling Ditakuti, Sudah Lama Menganggur

Effendi “bendhot”, striker PSIR Rembang memilih nomor punggung 8.

Effendi “bendhot”, striker PSIR Rembang memilih nomor punggung 8.

Rembang – Tak ada seorangpun pemain PSIR Rembang yang percaya diri mengenakan nomor punggung 10, dalam musim kompetisi divisi utama tahun ini. Sejumlah striker lebih memilih nomor punggung lain, karena merasa nyaman. Effendi “Bendhot” misalnya, cocok dengan nomor 8, Bissa Donald suka nomor 29. Kemudian Kusen Riandi lebih besar lagi, yakni 33, sedangkan pengatur serangan sekaligus kapten tim, Yoni Ustaf Bukhori sejak dulu familiar dengan nomor kebanggaan 11.

Kusen Riandi, skuad PSIR dari desa Waru Rembang mengatakan biasanya para pemain memilih nomor punggung sendiri. Soal angka 33 tak ada arti khusus, hanya karena senang saja.

Budi Suharto, Humas PSIR mengakui nomor punggung 10, bagi pemain sepak bola, kental sosok pemain yang memiliki kemampuan diatas rata rata atau sebagai mesin gol, sehingga mengandung beban tersendiri. Ia mencontohkan sejumlah pemain yang identik bernomor punggung 10, seperti Maradona dan Lionel Messi.

Kadang kala pemain berpikir, begitu memakai nomor 10, dituntut selalu bermain bagus. Kalaupun sekarang pemain PSIR menjauhi nomor 10, baginya wajar. Yang penting mereka mantap dan bisa tampil sebaik mungkin.

Kapten PSIR, Yoni Ustaf Bukhori menuturkan sudah lama nomor punggung 10 tidak terpakai alias menganggur di dalam Laskar Dampo Awang. Seingatnya musim kompetisi 2011 – 2012, nomor yang dianggap keramat tersebut digunakan oleh striker dari Brazil, Leo Felicia Suciati. Ia sendiri juga menantikan, siapa kiranya pemain yang kelak akan meneruskan jejak Leo. Bukan hanya sekedar berani memakai nomor 10, namun juga sanggup membius penonton di Stadion Krida Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *