Flash News
No posts found

Uang Jasa Meningkat, Bidan Diminta Lebih Tanggap

Sejumlah ibu hamil antre memeriksakan kandungannya ke sebuah pelayanan kesehatan di Rembang.

Sejumlah ibu hamil antre memeriksakan kandungannya ke sebuah pelayanan kesehatan di Rembang.

Rembang – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mewajibkan seluruh Puskesmas mampu melayani persalinan ibu melahirkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menjelaskan saat ini 16 Puskesmas di wilayahnya telah siap melayani persalinan. Kalau dulu banyak masyarakat tidak mampu yang meminta tolong kepada bidan desa, sekarang disarankan datang langsung ke Puskesmas. Minimal ada dua orang bidan, siaga selama 24 jam.

Dalam program Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, biaya persalinan tetap gratis. Justru uang jasa bagi bidan meningkat. Saat masih ada program jaminan persalinan (Jampersal), bidan hanya menerima Rp 500 ribu untuk persalinan normal, sekarang melalui BPJS naik menjadi Rp 650 ribu.

Kepala Desa Lambangan Wetan Kec. Bulu, Aris Winarto mendukung kebijakan tersebut. Menurutnya selama ini pelayanan bidan di desanya sudah bagus. Tapi memang sarana peralatan belum memadai, sehingga terkadang bidan harus merujuk ibu melahirkan ke rumah sakit, supaya mendapatkan perawatan lebih maksimal. Apalagi kalau usia kandungan belum waktunya atau lahir prematur.

Sementara itu, Siti Maemunah, seorang ibu hamil di Rembang berharap dengan adanya kenaikan uang jasa, bidan bisa lebih meningkatkan pelayanan.

Sebagai pelayan ditingkat paling bawah, bidan dituntut tidak membeda bedakan pasien yang membayar sendiri maupun gratis. Ada kalanya ketika kondisi perekonomian bidan semakin baik, kualitas pelayanan cenderung turun. Masyarakat menghendaki tidak sampai seperti itu dan merusak citra bidan, karena menurutnya masih banyak yang menjunjung tinggi janji profesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *