Flash News
No posts found

Dibanjiri Keluhan, Gubernur Sebar Nomor HP Pejabat Distanhut

Seorang warga mengadukan kelangkaan pupuk kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (gambar atas) Ganjar Pranowo memberikan nomor HP sejumlah pejabat yang bisa dihubungi, ketika terjadi kelangkaan pupuk.

Seorang warga mengadukan kelangkaan pupuk kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (gambar atas) Ganjar Pranowo memberikan nomor HP sejumlah pejabat yang bisa dihubungi, ketika terjadi kelangkaan pupuk.

Rembang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kebanjiran laporan warga seputar kelangkaan pupuk yang terjadi di kabupaten Rembang, belakangan ini. Keluhan tersebut mereka sampaikan, ketika Ganjar Pranowo mengisi sebuah acara di gedung Balai Kartini Rembang, hari Jumat (09 Mei 2014).

Laporan datang dari Sulang, Bulu, Sarang dan Kec. Kaliori. Ganjar Pranowo enggan percaya begitu saja. Apalagi ketika mendengar kelangkaan berlangsung selama tiga bulan terakhir, karena menurutnya tidak masuk akal, kalau sampai selama itu.

Ganjar Pranowo menganggap kelangkaan terjadi, karena biasanya daerah belum mempunyai data akurat tentang pertanian, perkebunan dan sektor pertambakan, yang sama sama membutuhkan pasokan pupuk urea. Begitu data lengkap, maka pengawasan akan terasa lebih mudah.

Sang Gubernur juga menyoroti susahnya bagaimana cara petani menyampaikan laporan, saat menjumpai kelangkaan pupuk. Pemerintah kabupaten perlu aktif bergerak, membagikan nomor kontak pejabat dinas terkait atau distributor pupuk. Ia kemudian mengumumkan nomor HP pejabat yang bisa dihubungi sewaktu waktu.

Usai dari Gedung Balai Kartini, Ganjar Pranowo langsung menuju desa Karangmangu Kec. Sarang, untuk bersilaturahmi ke kediaman Kiai Maemoen Zubair. Tanpa disangka sangka, Gubernur beserta rombongan lebih dulu menggelar inspeksi mendadak ke gudang pupuk bersubsidi di desa Dorokandang Lasem, ingin mengetahui ketersediaan stok.

Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang, Suratmin menjamin kebutuhan pupuk untuk sektor pertanian masih mencukupi. Saat ini tanaman padi tinggal 4.500 hektar, perhitungannya butuh pupuk urea 1.200 ton. Padahal stok di dalam gudang masih sekira 8 ribu ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *