Flash News
No posts found

Massa Tutup Pabrik, Desa Tunggu Situasi Mereda

Kades Karas Kec. Sedan, Nasrudin.

Kades Karas Kec. Sedan, Nasrudin.

Sedan – Pemerintah desa Karas Kec. Sedan akan mengupayakan musyawarah, untuk membahas kelanjutan penutupan usaha penggilingan batu hitam, milik seorang investor dari Surabaya Jawa Timur yang berada di sebelah barat kampung. Hal itu setelah 40 an warga desa Karas menggeruduk lokasi usaha, menuntut supaya penggilingan batu dihentikan. Pengelola akhirnya menuruti kehendak warga. Sejak tanggal 03 Mei 2014 sampai sekarang, tak ada lagi aktivitas pekerja.

Kepala Desa Karas Kec. Sedan, Nasrudin menjelaskan sebenarnya penggilingan batu baru memasuki tahap uji coba. Belum lama berjalan, langsung menuai protes. Ia pribadi mendukung keberadaan pabrik, asalkan masyarakat nyaman dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan desa.

Berdasarkan aspirasi yang dihimpun dari masyarakat, ada beberapa keluhan, diantaranya posisi alat penggilingan batu tidak sesuai rencana awal, sehingga menimbulkan suara bising. Selain itu polusi debu membuat kesehatan warga terganggu. Soal kapan pertemuan diadakan, Nasrudin memilih situasi mereda dulu.

Sementara itu, Usman Isnaeni, pengurus usaha penggilingan batu menduga ada pihak pihak kurang bertanggung jawab, menunggangi keluhan warga, untuk melancarkan aksi demo. Mereka tiba tiba datang, mendesak usaha penggilingan batu tutup.

Akibatnya, pabrik harus menanggung kerugian persewaan alat, seperti loader, eskavator dan genset. Banyak pula pekerja menganggur. Terkait polusi debu, pihaknya menilai bisa ditekan melalui program penghijauan.

Usman Isnaeni berharap diera demokrasi seperti sekarang, warga tidak semata mata memaksakan kehendak. Apalagi usahanya telah mengantongi izin. Akan lebih baik, ketika muncul protes, disampaikan kepada pengelola penggilingan batu, setelah itu dibahas bersama sama, bagaimana solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *