Flash News
No posts found

Pengiriman Berkas Ditunda, Tak Terkait SK Palsu Pegawai RS

Petugas Ombudsman Jawa Tengah (kiri) berada di kantor BKD Rembang, baru baru ini.

Petugas Ombudsman Jawa Tengah (kiri) berada di kantor BKD Rembang, baru baru ini.

Rembang – Pengiriman berkas tenaga honorer kategori II yang lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), kepada Badan Kepegawaian Nasional ditunda. Jika semula paling lambat tanggal 07 Mei lalu, kini diperpanjang antara tanggal 09 sampai dengan 14 Mei 2014.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang, Suparmin. Menurutnya secara normatif, pemberkasan 201 orang tenaga honorer kategori II yang lolos seleksi CPNS di kabupaten Rembang, telah selesai. Ia mempersilahkan kepada Lembaga Ombudsman Jawa Tengah maupun kalangan pers, untuk mencermati. Pihaknya diperintahkan Sekretaris Daerah sekaligus ketua panitia seleksi, Hamzah Fathoni melayani secara terbuka apapun data yang diminta. BKD tidak akan menutup nutupi. Menurut Suparmin, kelak kalau sudah menjadi PNS sekalipun, begitu terbukti memalsukan data, tetap bisa diberhentikan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Zaid mendesak BKD Kab. Rembang jangan mudah percaya terhadap data yang disodorkan dari tenaga honorer. Ia menyarankan agar mereka dipanggil ulang, guna memastikan tidak ada pemalsuan berkas persyaratan. Jika hanya mengacu surat keputusan (SK) dan sudah ditandatangani kepala sekolah atau satuan kerja masing masing, maka tetap rawan lolos, meski memanipulasi data. Ia mencontohkan ketika inspeksi mendadak ke Blora, sempat mencurigai SK seorang guru. Setelah minta bukti bukti pendukung, ditunjukkan daftar absen yang tulisan tanda tangannya terlihat masih baru.

Selama di kabupaten Rembang, hasil Sidak Ombudsman Jawa Tengah, sebuah lembaga yang bertugas menangani aduan masyarakat, belum menemukan pemalsuan data tenaga honorer yang lolos seleksi. Namun ketika pengumuman daftar peserta tenaga honorer K II dan dilanjutkan masa pengaduan masyarakat, antara tanggal 4 – 18 November 2013 lalu, BKD Rembang sempat menerima laporan dugaan pemalsuan SK pengangkatan 3 orang pegawai honorer rumah sakit dr R Sutrasno Rembang. Setelah ditelusuri, ternyata SK memang palsu dan akhirnya dibatalkan. Ketiga orang tersebut, tidak masuk dalam deretan 201 orang yang ikut pemberkasan.

2 Komentar

  1. edi

    Wah bikin alibi kebobrokan kok enak banget ya… pancen enak keluar masuk jadi penjahat atau pahlawan di rembang.. seperti membalikan telapak tangan.. kemaren maling hari ini jadi orang yang alim dan patuh. jelas CPNS K2 bermasalah kok tiba-tiba jadi mulus semua… semoga ombusdman tetap ombusdman ketika masuk rembang tidak berubah menjadi OM BULSIT!!!

  2. Putra Pantura

    Selamat Kami Ucapkan Kepada teman-teman yang lolos K-2. Kami percaya pemerintahan yang sekarang mencoba berbenah. dan kami salut atas tranparansi yang dilakukan disemua jajaran seperti yang saya ikuti Transparansi yang ada di Kemendiknas Kab. Rembang dengan memampang semua tenaga Honorer K.2 hampir setahun yang lalu sebagai cara uji publik. dan alhamdulillah rembang untuk K.2 bersih karena kalaupun mendengar ada yang menggunakan Uang maka ia sudah tertipu oleh oknum calo…karena pengawalan ketat mulai dari distribusi soal sampai kedaerah masing-masing. dan pengembalian LJK ke Pusat yang dikawal oleh aparat kepolisian, LSM dan lembabaga pengawas independet. maka tidak mungkin ada kecurangan..

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *