Flash News
No posts found

Pertanyaan Gubernur, Kejutkan Penjaga Stand

Ganjar Pranowo saat mengunjungi sejumlah stand pameran.

Ganjar Pranowo saat mengunjungi sejumlah stand pameran.

Rembang – Bukan Ganjar Pranowo namanya, kalau tidak mengejutkan. Setelah sempat heboh dengan video rekaman aksi melabrak petugas jembatan timbang di pinggir jalur Pantura Subah, Batang yang melakukan pungutan liar kepada sopir truk, kali ini Ganjar Pranowo mengagetkan penjaga stand sejumlah produk kerajinan tangan dan pengolahan ikan, yang dipamerkan di gedung Balai Kartini Rembang, hari Jumat (09 Mei 2014). Produk tersebut merupakan hasil karya kaum muda.

Ganjar Pranowo bertanya kepada penjaga stand sapu berbahan serabut kelapa, berapa harga dan siapa yang membuat, tidak memperoleh jawaban memuaskan. Ia mempertanyakan asli buatan sendiri atau tidak ? Gubernur selanjutnya bertanya kepada dua orang pria penjaga produk olahan ikan asin, mereka sebagai pengelola atau pendamping.

Dijawab ikut mengelola dan mendampingi. Ganjar masih penasaran, apakah pendamping dan pengelola sama ? Ada yang menjawab sama, tapi ada pula yang beda. Gubernur meminta agar kompak dulu, sebelum memberikan jawaban.

Salah satu penjaga stand ikan olahan, Djanadi Hadi Nugroho mengungkapkan memang tak sebatas memproduksi dan mengelola ikan. Kebetulan ia juga pengurus karang taruna tingkat kabupaten. Ada kalanya karang taruna memberikan informasi seputar kegiatan, kemudian pihak pabrik ikut pula mendampingi. Mungkin apa yang dijelaskan, belum sepenuhnya dipahami oleh Gubernur.

Ganjar Pranowo hadir ke gedung Balai Kartini, untuk membuka seminar dengan topik peran kaum muda dalam pemberdayaan ekonomi dan perlindungan anak.

Ganjar menguraikan bahwa angka pengangguran di provinsi Jawa Tengah sekira 4 juta orang, baginya sangat mengerikan. Ia berharap kawula muda tidak terjebak pemikiran untuk keluar desa atau bahkan keluar negeri, mencari pekerjaan. Tapi bagaimana membangun dan memajukan desa, maka peran anak muda sangat ditunggu tunggu. Yang penting jangan gengsi, karena perasaan semacam itu sering menghalangi seseorang maju.

Seminar yang diprakarsai Plan Indonesia ini tak hanya diikuti peserta dari Kab. Rembang, tetapi juga dari Kab. Grobogan dan Kebumen, daerah garapan Plan. Plan menggandeng banyak perusahaan, supaya sudi menerima tenaga kerja lulusan SD – SMA. Tapi tak asal merekrut, rambu rambu larangan mempekerjakan anak dibawah umur, wajib dipatuhi.

1 Komentar

  1. maman

    Janadi kok arep ngapusi Gubernur Ganjar!!! akalmu piro pintermu sepiro, anteke Salim kok tiba-tiba arep dadi pahlawane wong cilik!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *