Flash News
No posts found

Banyak Spekulasi, Dinas Kesehatan Didesak Gerak Cepat

Warga desa Jurangjero Kec. Sluke masuk ke dalam mushola, untuk mensholatkan jenazah DS.

Warga desa Jurangjero Kec. Sluke masuk ke dalam mushola, untuk mensholatkan jenazah DS.

Sluke – Pemerintah desa Jurangjero Kec. Sluke mendesak pemerintah kabupaten Rembang, segera mengumumkan diagnosa penyakit DS (64 tahun), warga desa Jurangjero yang meninggal dunia sepulang dari ibadah umroh. Masyarakat masih penasaran, apakah DS terkena virus mers, pemicu sindrom pernafasan timur tengah atau karena faktor lain.

Kepala Desa Jurangjero Kec. Sluke, Mukhsin menuturkan gejala yang dialami DS mirip penderita sindrom pernafasan timur tengah, salah satunya sesak nafas. Meski tidak tahu persis, namun hal itu sempat menjadi bahan pembicaraan hangat masyarakat. Mereka takut, karena konon virus mers menular antar manusia, melalui kontak langsung.

Kalau Dinas Kesehatan Kabupaten tidak cepat mengumumkan hasil laboratorium, rawan memancing berbagai spekulasi. Kalau memang positif, bagaimana cara pencegahannya. Sebaliknya jika negatif, warga tentu merasa lega. Termasuk mereka yang akan berangkat umroh, tidak terlalu was was.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menjelaskan hingga Minggu siang (11 Mei 2014), belum mendapatkan informasi lanjutan, terkait pemeriksaan pasien DS yang meninggal dunia di rumah sakit dr R Sutrasno. DKK sebatas menunggu hasil laboratorium rumah sakit.

Ali menimpali pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan terhadap warga kabupaten Rembang yang baru pulang umroh, ibadah haji maupun tenaga kerja indonesia dari Arab Saudi. Untuk mengurangi potensi penyebaran virus mers, ia berharap sejak dari bandara, warga bisa dipastikan steril dari berbagai penyakit berbahaya.

Di Arab Saudi sendiri, virus mers menjadi salah satu penyakit paling berbahaya saat ini. Sedikitnya 133 orang tewas, lantaran terjangkit virus dari hewan unta tersebut. Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Muhammad Athoillah Muslim mengungkapkan sampai sekarang, belum ada calon jemaah haji mengundurkan diri. Mereka optimis pemerintah mampu mencarikan solusi, meski belum ada vaksin untuk menangkal penyakit mematikan itu.

1 Komentar

  1. sewa mobil surabaya

    mantap beritanaya gan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *