Flash News
No posts found

Separuh Lebih Pengajuan Ditolak, Tak Boleh Untuk Menambang

Iswahyudi, juru bicara PT SIR.

Iswahyudi, juru bicara PT SIR.

Sluke – Pengajuan izin penambangan PT Semen Indonesia Rembang (SIR) di wilayah kecamatan Gunem, hanya disetujui pemerintah seluas 57 hektar, dari pengajuan awal 131 hektar. Hal itu karena ada daerah resapan air yang tidak boleh ditambang.

Juru bicara PT Semen Indonesia Rembang, Iswahyudi menyatakan pihaknya siap mematuhi kebijakan tersebut. Tapi lahan yang ditolak, masih bisa untuk akses jalan tanpa beton dan tempat penumpukan barang.

Menurutnya, ada dua titik lahan tengah disiapkan. Selain di kecamatan Gunem yang kaya batu kapur dan tras, pihaknya juga menyelesaikan pengeprasan lahan di pinggir jalur Pantura desa Sendangmulyo Kec. Sluke, selatan Pelabuhan Tanjung Bonang. Kelak akan dijadikan lokasi tapak pabrik PT Semen Indonesia Rembang senilai Rp 1,5 triliun, perkiraan membutuhkan lahan seluas 55 hektar. Saat ini izin analilis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sudah turun, tinggal mematangkan persiapan lain, supaya tahun 2015 pendirian pabrik bisa dimulai. Tahapan dalam waktu dekat, merencanakan sosialisasi.

Iswahyudi menyadari pengelolaan pabrik semen selalu menuai tuntutan pemberdayaan tenaga kerja lokal. Ia berjanji untuk berkomitmen mengurangi pengangguran di sekitar pabrik. Contohnya, mesin pabrik beserta konsultannya akan didatangkan dari China. Bukan berarti selama pemasangan didominasi pekerja ahli luar negeri, bisa saja tenaga kerja lokal dilibatkan, setelah memperoleh pelatihan.

Asmuni, tokoh masyarakat desa Sendangmulyo Kec. Sluke menunggu janji investor asal Jakarta tersebut. Kalau AMDAL beres, ia menyarankan secepatnya disosialisasikan kepada masyarakat. Tak hanya Sendangmulyo, tetapi juga desa Blimbing, Bendho, Manggar dan Labuhan Kidul. Selama ini banyak kaum muda di lima desa itu merantau keluar daerah. Begitu pabrik semen siap beroperasi, kemungkinan akan tertarik pulang ke kampung halaman.