Flash News
No posts found

BUNTU !!!!

Ruang HND rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, disiapkan untuk menampung pasien terduga mers.

Ruang HND rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, disiapkan untuk menampung pasien terduga mers.

Rembang – Pihak rumah sakit dr R Sutrasno Rembang kesulitan menyimpulkan pasien terduga mers yang meninggal dunia, apakah hasilnya positif atau negatif. Penyebabnya, petugas medis rumah sakit gagal mengambil sample dahak pasien.

Sebelumnya DS, seorang warga desa Jurangjero Kec. Sluke masuk rumah sakit dr R Sutrasno pada Jumat pagi lalu, tetapi meninggal dunia, sore harinya. Pria berusia 64 tahun itu dicurigai terjangkit sindrom pernafasan timur tengah, karena mengalami sesak nafas, usai menunaikan ibadah umroh di tanah suci.

Giri Saputro, juru bicara rumah sakit mengakui perawat dan dokter hanya sempat mengambil sample darah, untuk bahan uji laboratorium. Hasilnya, pasien mengalami infeksi, terdeteksi adanya peningkatan jumlah leukosit atau sel darah putih. Tapi untuk memastikan terjangkit virus mers, perlu sample air dahak yang berasal dari saluran pernafasan bagian bawah. Guna melakukan hal itu, pasien harus kooperatif. Sayangnya sampai meninggal dunia, petugas medis belum mampu mengambil sample dahak. Akibatnya, penyelidikan terhadap diagnosa penyakit DS menjadi buntu.

Giri Saputro menambahkan pihaknya menyiapkan sejumlah bangsal perawatan isolasi, untuk mengantisipasi kedatangan pasien terduga mers. Di masing masing bangsal sebenarnya terdapat ruang isolasi, namun penanganan pasien terduga mers, difokuskan ke bangsal HND (high nursing dependent).

Rumah sakit dr R Sutrasno, terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. Upaya tersebut, untuk membahas langkah langkah selanjutnya. Termasuk kemungkinan ada cara lain, mengungkap masuknya virus mers, setelah pasien terlanjur meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *