Flash News
No posts found

Dibantu Presiden, Tak Akan Goyang Goyang Lagi

Warga dan anggota TNI Koramil Pancur, bahu membahu membongkar jembatan Karaskepoh Kec. Pancur.

Warga dan anggota TNI Koramil Pancur, bahu membahu membongkar jembatan Karaskepoh Kec. Pancur.

Pancur – Proses rehabilitasi jembatan gantung yang menghubungkan desa Tuyuhan dengan desa Karaskepoh Kec. Pancur, ditargetkan selesai akhir bulan Mei 2014 ini. Penataan jembatan tersebut, sebelumnya menerima dana dantuan dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebesar Rp 500 juta, diserahkan melalui Kodim Rembang.

Komandan Kodim Rembang, Letkol Wawan Indaryanto menjelaskan selama pengerjaan sejak akhir bulan Februari lalu, kendala utama yang dihadapi yakni faktor alam. Tanah di sekitar jembatan gantung sering longsor, membutuhkan talud penahan lebih kuat. Tapi sekarang curah hujan menurun, memudahkan para pekerja.

Anggota TNI bersama masyarakat kedua desa akan menyulap jembatan, sepanjang 60 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut. Secara umum, ukuran tetap. Nantinya dilengkapi dua tiang pondasi beton sebagai penyangga, sehingga tidak akan goyang goyang lagi, saat dilewati. Selama jembatan ditutup, warga terpaksa berjalan memutar ke jalur lain, dari Karaskepoh – Jeruk – Japerejo – Tuyuhan.

Siti Sri Murniati, kepala desa Karaskepoh Kec. Pancur mengungkapkan sebenarnya sudah berulang kali, pihak desa mengajukan permintaan jembatan permanen kepada pemerintah kabupaten Rembang. Sayangnya tak pernah direalisasi.

Sekian lama menunggu, ia sangat bangga, ternyata sarana infrastruktur di desanya mendapatkan perhatian langsung dari presiden. Bagi warga setempat, lewat jembatan gantung memang sudah biasa. Tapi banyak pula pengendara sepeda motor dari luar desa yang baru kali pertama akan lewat, terpaksa balik arah, batal melintasi jembatan gantung, karena merasa takut. Dengan mengubah konstruksi jembatan, diharapkan lalu lintas semakin lancar, tanpa muncul perasaan was was.

Siti menambahkan pemerintah desa setiap tahun biasanya menggelontorkan dana Rp 2,5 juta, untuk mengganti papan bantalan jembatan dan besi yang rusak. Dana diambilkan dari lelang tanah bondho desa. Begitu ada proyek rehab, warga sebatas melakukan swadaya bantuan makanan dan tenaga bergiliran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *