Flash News
No posts found

Diprotes, Pelantikan Satu Desa Tertunda

Kasubag Pemerintahan Desa Pemkab Rembang, Gunari menunjukkan salah satu contoh SK Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kasubag Pemerintahan Desa Pemkab Rembang, Gunari menunjukkan salah satu contoh SK Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Rembang – Dari 230 an desa yang selesai membentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hanya satu desa tertunda pelantikannya, yakni BPD desa Kabongan Lor Kec. Rembang Kota.

Kepala Sub Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Rembang, Gunari menuturkan ada sejumlah warga protes, mempermasalahkan keabsahan salah satu personel BPD, karena dianggap tidak memenuhi syarat. Tapi pihaknya enggan percaya begitu saja. Ia menyarankan segera membuat laporan tertulis, supaya Pemkab mempunyai dasar untuk melakukan klarifikasi.

Begitu dicek, ternyata yang bersangkutan memenuhi syarat, maka pengurus BPD akan dilantik secara bersama sama. Paling belakang tidak masalah, asalkan bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Sementara itu pada hari Jumat (16 Mei 2014), 159 orang anggota Badan Permusyawaratan Desa se kecamatan Kaliori dilantik di pendopo kantor kecamatan. Pelantikan termasuk tahap terakhir, karena 13 kecamatan lain sudah lebih dulu. Gunari mengungkapkan sebenarnya SK BPD, lama selesai ditandatangani Bupati Moch. Salim kala itu. Waktunya molor, kemungkinan persoalan menyamakan waktu pelantikan saja. Dari jumlah 159 BPD di kecamatan Kaliori, komposisi paling banyak berada di desa Babadan dan Sendangagung, masing masing 11 orang.

Menurutnya, berdasarkan Undang Undang Desa baru, jumlah BPD terbanyak adalah 9 orang.

Tapi karena peraturan pemerintah sebagai tindak lanjut pengesahan undang undang, sampai hari Jumat belum turun, daerah masih menggunakan aturan lama. Manakala terdapat desa memiliki anggota BPD 11 orang, masih diperbolehkan. Nantinya mereka memegang masa jabatan sampai 6 tahun.

1 Komentar

  1. sari

    gunari cs tidak mampu! coba lihat berapa anggota BPD yang dilantik hari ini banyak melanggar Perda dan UU yang mengaturnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *