Flash News
No posts found

Mutasi, Diingatkan Tentang Pemilu Presiden

Usai serah terima jabatan, perwira Polres Rembang menerima ucapan selamat.

Usai serah terima jabatan, perwira Polres Rembang menerima ucapan selamat.

Rembang – Sejumlah Kapolsek dan perwira Polres Rembang dimutasi, Jumat pagi (16 Mei 2014).

Diantaranya, Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Kaharudin bertugas ke Polda Jawa Tengah, menjadi Kasubag Bin Opsnal Direktorat Pengamanan Obyek Vital. Penggantinya adalah Kompol Wahyu Purwidiarso, mantan Kasi Laka Ditlantas Polda Jawa Tengah.

Kapolsek Lasem diduduki pejabat baru, Iptu Muhammad Syuhada yang semula Kapolsek Kaliori, sedangkan Kapolsek Lasem sebelumnya, Iptu Roy Irawan memegang jabatan baru sebagai Kasubag Binops Bagian Operasional Polres Rembang.

Kapolsek Kaliori nantinya dipegang oleh AKP Sunarmin, yang sebelumnya menjadi Kasubag Program Polres Rembang.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan menjelaskan mutasi semacam itu, untuk menunjang masa depan karier anggota polisi. Ia mencontohkan Kapolsek Lasem, Iptu Roy Irawan menempati posisi baru, sekaligus job naik pangkat menjadi ajun komisaris polisi. Kalau Wakapolres, menurutnya jabatan strategis, karena membantu penataan di dalam jajaran.

Tak ada pesan pesan khusus bagi pejabat baru. Yang penting bekerja sebaik mungkin melayani masyarakat. Apalagi menjelang Pemilu Presiden bulan Juli, para Kapolsek diharapkan mampu menjaga kondusivitas wilayah.

Sementara itu Kapolsek Lasem yang baru, Iptu Muhammad Syuhada mengaku akan menggelar konsolidasi dengan anggotanya terlebih dahulu. Setelah itu berkunjung ke desa desa dan tokoh masyarakat, menyampaikan perkenalan sekaligus menyambung tali koordinasi. Karena Kaliori dan Lasem berada di pinggir jalur Pantura, menurutnya karakter daerah hampir sama. Tapi titik kerawanan berbeda, sehingga harus dipelajari sedini mungkin, untuk bahan melakukan langkah langkah pengamanan.

1 Komentar

  1. bima

    Penataan Polres ini masih sebatas penataan ke dalam. Fungsi Polisi yang keluar utamanya yang bisa dirasakan masyarakat masih nol besar. seperti pemberantasan korupsi dan penaganan kejahatan dijalanan maupun kasus- tingginya lakalantas.. kusus kasus-kasus pemberantasan korupsi masih tumpul dan ada indikasi kuat jajaran polisi kena suap!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *