Flash News
No posts found

Beda, Standar Kelulusan Kota Dan Desa

Sejumlah siswa SD di desa Sluke pulang sekolah, usai persiapan ujian sekolah.

Sejumlah siswa SD di desa Sluke pulang sekolah, usai persiapan ujian sekolah.

Rembang – Soal Ujian Sekolah untuk tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah di kabupaten Rembang, hari Sabtu (17 Mei 2014) mulai disalurkan ke masing masing Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Pendidikan kecamatan. Nantinya menjelang ujian sekolah, hari Senin 19 Mei soal diteruskan kepada sekolah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kab. Rembang, Noor Effendi mengatakan memang ada perbedaan mencolok yang diterapkan pemerintah. Jika tahun lalu, siswa SD sederajat masih wajib mengikuti ujian nasional, tetapi sekarang ujian nasional dihapus dan diganti hanya dengan ujian sekolah. Nantinya kelulusan akan ditentukan dewan guru, berdasarkan kriteria yang telah digariskan.

Kepala SDN Jukung Kec. Bulu, Yono Bagus Pujo Kartiko menjelaskan pihaknya menerapkan nilai kriteria kelulusan minimal (KKM) 3,5 untuk tiga mata pelajaran matematika, bahasa indonesia dan IPA, dengan rata rata 4. Sebenarnya bisa saja KKM tersebut dinaikkan, tetapi musti menyesuaikan sekolah lain di sekitar Jukung. Artinya KKM antara sekolah di kawasan perkotaan dengan sekolah di pedesaan, memungkinkan berbeda. Nantinya bobot hasil ujian sekolah sebesar 60 persen, sedangkan nilai raport semester 7 – 11 dibandrol 40 persen.

Ujian sekolah SD – MI di kabupaten Rembang awal pekan nanti diikuti hampir 10 ribu siswa. Termasuk dari sekolah dasar luar biasa (SDLB) sebanyak 14 anak dan peserta ujian kejar paket A, 37 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *