Flash News
No posts found

Dekati Gadis Cantik, Wechat Berujung Duka

Tersangka pelaku (kaos biru) diamankan petugas Polsek Pamotan. (gambar atas) polisi menunjukkan barang bukti sarana untuk menipu.

Tersangka pelaku (kaos biru) diamankan petugas Polsek Pamotan. (gambar atas) polisi menunjukkan barang bukti sarana untuk menipu.

Pamotan – Seorang pria ditangkap warga desa Segoromulyo Kec. Pamotan, Sabtu (17 Mei 2014) sekira pukul 02 pagi dini hari. Ia diduga melakukan tindak pidana penipuan, dengan menggunakan ilmu gendam.

Tersangka yakni Abdul Wakhid alias Angga (27 tahun), warga asli desa Candimulyo Gedur Kec. Sedan. Sehari hari pria bertato tersebut mengaku sebagai mahasiswa semester 8, salah satu universitas terkemuka di Malang Jawa Timur, sekaligus merangkap menjadi pengajar di sebuah bimbingan belajar. Sedangkan korbannya, sebut saja Mawar (19 tahun), bukan nama sebenarnya.

Tersangka dan Mawar kali pertama kenal pada bulan April 2014 lalu, melalui media internet wechat. Setelah kenalan, mereka kemudian bertemu di Rembang, untuk jalan jalan.

Usai pertemuan, Mawar, gadis berparas ayu dan berkulit putih ini mendadak seperti orang linglung. Korban sempat menyerahkan laptop, HP dan uang tunai Rp 450 ribu, kepada tersangka. Tak hanya itu saja, tersangka Abdul Wakhid juga berjanji akan menikahi Mawar, asalkan menyerahkan uang Rp 20 juta, berdalih untuk biaya pernikahan. Untuk menarik keluarga korban, tersangka menyarankan uang dimasukkan ke dalam kotak khusus dan diberi jampi jampi, agar jumlahnya bisa berlipat ganda.

Sabtu dini hari, tersangka datang ke rumah Mawar, dengan naik mobil kijang Innova warna putih bernomor polisi L 1854 EA. Karena orang tua Mawar sudah menaruh curiga, tersangka akhirnya ditangkap bersama masyarakat sekitar.

Ayah korban, Tarmin menuturkan meski penampilan tersangka layaknya orang kaya, sejak awal dirinya mempunyai firasat buruk, sehingga merancang penjebakan. Begitu terbongkar, ia sebatas mengingatkan putrinya lebih waspada, kalau mencari kenalan baru, apalagi lewat internet.

Seorang saksi di TKP yang juga tokoh masyarakat desa Segoromulyo, Suraji menjelaskan massa memang langsung membludak, ingin melihat wajah tersangka. Namun tidak sampai memukuli Abdul Wakhid, karena ditenangkan aparat desa setempat. Tak berselang lama, tersangka diamankan petugas Polsek Pamotan.

Tersangka Abdul Wakid mengaku sudah berkeluarga, mempunyai satu anak. Ia mengelak akan menipu bermodus penggandaan uang. Terkait kardus dan sejumlah sarana, diakui milik temannya bernama Fredi asal Surabaya.
Sabtu siang, tersangka serta korban menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pamotan. Kapolsek Pamotan, AKP Kisworo mengatakan penanganan kasus selanjutnya dilimpahkan ke Polres Rembang.

Barang bukti berupa kotak kardus berisi gulungan uang pecahan Rp 50 ribuan, plastik berisi beras dan kertas, laptop, ikat pinggang penuh jimat dan mobil Innova turut diamankan polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *