Flash News
No posts found

Semakin Sepi, Penonton Sampaikan Sejumlah Alasan

Pelatih PSIR Rembang, Bambang Handoyo memberikan arahan pemainnya, belum lama ini.

Pelatih PSIR Rembang, Bambang Handoyo memberikan arahan pemainnya, belum lama ini.

Rembang – Jumlah penonton yang datang ke Stadion Krida Rembang, selama musim kompetisi divisi utama ini, terus merosot. Ada sejumlah faktor, diantaranya karena PSIR tidak berlaga lagi pada kompetisi level satu, kualitas permainan tim cenderung menurun dan posisi klasemen sementara berada di papan bawah.

Jarbo, seorang pecinta sepak bola asal desa Dowan Kec. Gunem mengatakan PSIR Rembang yang anjlok ke Divisi Utama, setelah penggabungan kompetisi, sangat mengecewakan kalangan pendukung PSIR. Ia membandingkan dulu ketika masih berlaga di Liga Primer Indonesia, penonton dari desa Tegaldowo, Timbrangan dan Dowan rutin berbondong bondong datang ke Rembang, tetapi sekarang malas menyaksikan pertandingan kandang di Stadion Krida.

Jarbo memprediksi PSIR Rembang musim kompetisi tahun ini hanya akan bertahan di Divisi Utama. Menurutnya sulit menembus kompetisi level I, karena banyak tim lain yang lebih tangguh. Kalaupun lolos, pasti terganjal persyaratan stadion. Sampai sekarang kabupaten Rembang belum memiliki stadion kapasitas besar dan layak untuk menggelar kompetisi sekelas Indonesian Super League (ISL).

Hal senada diungkapkan Jarwanto, tokoh Gabungan Suporter Rembang (Ganster). Ia mengakui suporter sendiri mengalami penurunan, karena tidak mendapatkan sokongan bantuan minuman. Khusus pembawa drum, dulu gratis tiket masuk, tetapi sekarang harus membayar. Pihaknya sebatas menghimbau supaya tetap mendukung PSIR, dengan kondisi apapun.

Ketua Panitia Penyelenggara Pertandingan PSIR Rembang, Tri Cahyo Rismawanto membenarkan turunnya jumlah penonton.

Ia berharap masyarakat pecinta sepak bola mau menyadari bahwa tiket penonton merupakan sumber utama penghasilan. Memang ada tim marketing menggalang sponsor, tetapi uangnya tidak bisa langsung cair dan belum mencukupi kebutuhan operasional tim.

Tri Cahyo menambahkan untuk pertandingan kandang Minggu sore (18 Mei 2014) melawan PPSM Magelang, pihaknya mencetak tiket sekira 4 ribu lembar.

Kalau melawan PSIS Semarang atau Persiku Kudus, jumlah tiket kemungkinan akan ditambah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *