Flash News
No posts found

Tak Mudah Percaya, Ingin Uji Coba Dulu

Seorang petambak di desa Purworejo Kec. Kaliori sibuk mengolah lahan.

Seorang petambak di desa Purworejo Kec. Kaliori sibuk mengolah lahan.

Kaliori – Pembuatan garam dengan sistem plastik atau geomembran, belum dilirik para petambak di kecamatan Kaliori. Meski sudah santer tersiar kabar, hasilnya lebih bagus dibandingkan sistem tradisional.

Mulyono, seorang buruh garap tambak garam asal desa Purworejo Kec. Kaliori mengatakan dirinya lima hari terakhir, mulai mengolah lahan. Kalau cuaca panas, perkiraan sebulan lagi bisa panen. Saat ini masih memanfaatkan cara cara seperti biasa, yakni menguras lahan, meratakan dan mengairi.

Ia belum tertarik memasang plastik di lahan tambak, karena membutuhkan tambahan ongkos. Tapi sebenarnya dari sisi beban pekerjaan lebih ringan, lantaran tidak perlu menguras dan meratakan. Buruh garap tinggal mengisi air, kemudian menunggu masa panen. Itupun konon hasil garamnya lebih berkualitas, sehingga dapat mendongkrak harga.

Pemilik tambak di desa Purworejo, Rikno mengaku sempat mendengar keunggulan tambak yang diberi dasar plastik.

Ia berencana melakukan uji coba. Dari sejumlah petak, nantinya separuh dibuat sistem baru, sedangkan sisanya tetap memakai cara cara lama, supaya hasil panen mudah dihitung. Kalau ketahuan yang lebih bagus, Rikno baru mantap untuk mengembangkan.

Rikno menunggu cairnya dana pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) dari pemerintah, guna membeli plastik serta peralatan penunjang lain.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman mengemukakan dana pemberdayaan usaha garam rakyat sekira Rp 2 miliar tahun ini, ditujukan pada peningkatan kualitas produksi garam.

Melalui geomembran, diharapkan garam tidak lagi bercampur tanah, sehingga kadar Natrium Clorida menjadi lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *