Flash News
No posts found

Korban Bertambah, Dunia Maya Musti Diwaspadai

Beras dan tumpukan kertas, sarana menipu. (gambar atas) tersangka pelaku menyesali perbuatannya di balik jeruji besi.

Beras dan tumpukan kertas, sarana menipu. (gambar atas) tersangka pelaku menyesali perbuatannya di balik jeruji besi.

Pamotan – Polsek Pamotan menghimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban penipuan Abdul Wakhid alias Angga (27 tahun), warga desa Candimulyo Gedur Kec. Sedan, untuk melapor kepada kepolisian.

Sebelumnya, Abdul Wakhid yang sehari hari mengaku kuliah sambil kerja di Malang Jawa Timur itu, berkenalan dengan seorang gadis warga desa Segoromulyo Kec. Pamotan lewat internet. Entah terpengaruh apa, korban sempat menyerahkan barang barang berharga dan uang. Setelah itu tersangka juga meminta uang lebih besar, alasannya untuk digandakan. Belum sampai terjadi, tersangka Abdul Wakhid keburu dibekuk warga, saat datang ke desa Segoromulyo, Sabtu dini hari.

Kapolsek Pamotan, AKP Kisworo menjelaskan bisa saja ada korban lain, sebelum peristiwa tersebut. Kalau mau melapor, maka polisi akan lebih mudah melakukan pengembangan. Saat ini kasus Abdul Wakid ditangani Polres Rembang, masyarakat dipersilahkan langsung datang ke Mapolres Rembang.

AKP Kisworo juga menyarankan kawula muda, jangan mudah terpedaya melihat penampilan mentereng. Lebih lebih ketika kenalan, melalui media internet. Sudah banyak kasus kejahatan, berawal dari internet. Menurutnya dunia maya tak selalu sama seperti dunia nyata. Harus selalu waspada, sehingga tidak menjadi korban penipuan berikutnya.

Ketika polisi ada kesempatan patroli maupun kegiatan di desa, kasus yang terjadi di desa Segoromulyo bisa menjadi bahan sosialisasi, agar warga lainnya tahu kronologis masalah dan bagaimana cara mengantisipasi.

Sementara itu, tersangka Abdul Wakhid, hari Minggu (18 Mei 2014) mendekam di tahanan Polres Rembang. Ia terjerat pasal tindak pidana penipuan, diancam hukuman 5 tahun penjara.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Joko Santoso mengungkapkan korban dan sejumlah saksi, selesai dimintai keterangan. Belakangan setelah tersangka diinterogasi, ternyata tidak hanya dari desa Segoromulyo saja, tapi ada satu korban lagi dari desa lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *