Flash News
No posts found

Pemilik Warung Dicekam Ketakutan, Minta Polisi Bertindak

Seorang pedagang menunjukkan bekas pukulan pemalak di pintu warungnya.

Seorang pedagang menunjukkan bekas pukulan pemalak di pintu warungnya.

Lasem – Pemilik warung di pinggir jalur Pantura desa Sendangasri Kec. Lasem, dekat pangkalan truk, belakangan ini resah, gara gara marak pemerasan yang diduga dilakukan sekelompok preman.

Seorang pemilik warung yang minta dirahasiakan namanya membeberkan aksi pemerasan biasanya terjadi pada pukul lima sore, delapan malam dan pukul sepuluh malam. Terdapat dua gerombolan, terdiri dari pelaku remaja dan pria dewasa. Kalau pelaku dewasa, sering memaksa minta uang antara Rp 10 – 20 ribu. Begitu ditolak, mereka pasti marah marah, seraya mengancam akan merusak warung.

Peristiwa barang dagangan diobrak abrik pernah terjadi, membuat pemilik warung ketakutan. Ia sendiri merasa tidak tenang, karena penghasilan berjualan tidak seberapa. Sehari rata rata hanya meraup Rp 30 ribu, jika kemudian terus terusan dipalak, tentu percuma bekerja buka warung.

Lalu untuk apa uang hasil pemerasan ? pemilik warung tersebut menduga ada yang digunakan membeli miras, tapi ada pula dipakai berjudi. Kabar itu ia peroleh, setelah meminta bantuan kenalan, menelusuri keberadaan pelaku.

Kapolsek Lasem, Iptu Muhammad Syuhada menanggapi pihaknya akan mengkaji dulu, kebenaran informasi tersebut.

Anggotanya segera bergerak menyaring suara di sekitar lokasi. Kalau memang benar, polisi siap melakukan tindakan represif.

Kapolsek yang baru menjabat ini menambahkan aksi premanisme musti diberantas. Jangan sampai berlarut larut dan dampaknya kian meluas.

Namun ia berharap dukungan masyarakat, ikut mengawasi lingkungan. Begitu ditertibkan ternyata kambuh lagi, warga diminta melapor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *