Flash News
No posts found

Kades Diadukan, Munculnya Tanda Tangan Orang Sudah Meninggal

Sulistyorini, menunjukkan copyan ijazah Kades Bonang yang dianggap bermasalah. (gambar atas) warga desa Bonang berada di halaman Mapolres Rembang, Senin pagi.

Sulistyorini, menunjukkan copyan ijazah Kades Bonang yang dianggap bermasalah. (gambar atas) warga desa Bonang berada di halaman Mapolres Rembang, Senin pagi.

Lasem – Sekira 20 an orang warga desa Bonang Kec. Lasem, hari Senin (19 Mei 2014) mendatangi Mapolres Rembang, untuk mengadukan dugaan penyimpangan kepala desa mereka, Syaeful Sodiqin.

Warga yang kebanyakan kaum ibu ibu ini, membawa sejumlah dokumen, kemudian diserahkan kepada Kasat Reskrim Polres Rembang.

Usai pertemuan, Sulistyorini, seorang warga desa Bonang menjelaskan pihaknya mengadukan dua masalah utama. Yang pertama, ia meragukan keabsahan ijazah SD dan Madrasah Diniyah milik Kades. Dulu saat pencalonan memang disahkan oleh panitia, tetapi menurutnya masih ada ganjalan.

Selain itu, dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua BPD Bonang, Masturi dalam dokumen proposal pengajuan alokasi dana desa (ADD) tahun 2012 lalu. Masturi sudah meninggal dunia tahun 2011, kenapa tanda tangannya masih muncul. Kalau memang terbukti melakukan pemalsuan, Sulistyorini berharap Kades Bonang diproses secara hukum. Ibu rumah tangga ini menyadari aksinya beresiko. Belakangan mulai muncul ancaman maupun intimidasi terhadap kubu yang kontra terhadap Kades, baginya hal biasa.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Joko Santoso membenarkan pihaknya menerima aduan dari sekelompok warga desa Bonang. Selama seminggu akan dikaji dulu, untuk bahan penyelidikan. Tidak serta merta langsung menetapkan tersangka.

Kepala Desa Bonang Kec. Lasem, Syaeful Sodiqin membantah keras tudingan dari kubu Sulistyorini. Menurutnya kalau memang ada keluhan, ia membuka diri untuk klarifikasi. Justru dirinya tidak tahu menahu, ternyata warga langsung datang ke Mapolres Rembang.

Syaeful Sodiqin menyatakan siap memberikan penjelasan. Pemerintah desa termasuk Kades terbuka diawasi, asalkan tidak mengada ada. Jangan sampai situasi masyarakat desa Bonang yang selama ini kondusif, terganggu oleh masalah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *