Flash News
No posts found

Hujan Tangis Di Tapak Pabrik

Seorang warga peserta istighozah menangis. (gambar atas) massa tertahan portal, saat akan masuk menuju tapak pabrik.

Seorang warga peserta istighozah menangis. (gambar atas) massa tertahan portal, saat akan masuk menuju tapak pabrik.

Gunem – Massa yang tergabung dalam Paguyuban Katentreman, Selasa siang (20 Mei 2014) memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional, dengan menggelar istighozah di lokasi tapak pabrik, yang akan didirikan untuk pabrik semen PT Semen Indonesia, sebelah barat desa Kajar Kec. Gunem. Mereka berasal dari desa Timbrangan, Tegaldowo, Suntri, Dowan, Pasucen dan Kajar Kec. Gunem, menumpang 5 unit truk dan mengendarai puluhan sepeda motor.

Saat akan masuk, sempat terhalang tiang portal di pintu area proyek. Warga menghendaki menggelar istighozah di dalam tapak pabrik. Kalau ditolak, massa mengancam mendobrak portal. Setelah tertahan sekira 5 menit, aparat kepolisian akhirnya membolehkan. Masuknya warga mengakibatkan aktivitas pekerja terhenti sementara.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan mengingatkan yang penting jangan bertindak anarkis. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya menyiagakan sekira 60 an orang anggota pengendali massa.

Istighozah dihadiri sejumlah ulama, seperti Ubaidil Ahmad dari Pamotan, Imam Baihaqi dari Sarang yang pernah maju sebagai calon wakil bupati, kemudian Zaim Ahmad Maksoem, pengasuh pondok pesantren Kauman Lasem.

Dalam pengantar istighozah, Ubaidil Ahmad berpendapat tak masalah izin pendirian pabrik sudah turun. Ia berharap kepada presiden baru yang terpilih kelak, mau merasakan jeritan tangis rakyat yang menyuarakan penolakan. Begitu lahan pabrik menganggur, bisa dikembalikan kepada masyarakat, untuk menanam palawija. Ubaidil menyindir perilaku pemimpin pemberi izin pembangunan pabrik semen, merupakan orang serakah dan kini telah merasakan dinginnya sel tahanan.

Suasana istighozah berlangsung khidmat. Bahkan sejumlah wanita menangis, larut dalam untaian doa yang dipanjatkan.

Joko Priyanto, koordinator aksi menegaskan pihaknya tetap menolak rencana pendirian pabrik, karena alasan ancaman polusi dan kerusakan lingkungan. Ia mengklaim telah mengantongi bukti bukti pelanggaran investor PT Semen Indonesia, nantinya untuk bahan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Hari Subaghyo, Humas PT Semen Indonesia menghargai aspirasi masyarakat. Ia menanggapi tidak mungkin sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menabrak aturan. Kalau memang ada gugatan ke PTUN, tentu akan dihadapi dan pihaknya siap menjelaskan apa saja yang ditudingkan oleh kubu penentang.

Hari menambahkan sekarang memasuki pemerataan lahan untuk tapak pabrik. Instalasi listrik juga sudah terpasang. Targetnya tahun 2014 ini, pabrik dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun siap dibangun di tengah hutan antara Songkel Mereng Bulu dengan desa Kajar Kec. Gunem.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *