Flash News
No posts found

Konsumen Kelimpungan, Beralih Kayu Bakar

Seorang warga melintasi Jl Dr Sutomo Rembang, bingung mencari LPG 3 Kg, hari Selasa (20 Mei 2014).

Seorang warga melintasi Jl Dr Sutomo Rembang, bingung mencari LPG 3 Kg, hari Selasa (20 Mei 2014).

Rembang – Kelangkaan gas LPG isi 3 kilo gram kian meluas di kabupaten Rembang. Semula kelangkaan melanda wilayah bagian timur, Kragan, Sarang dan sekitarnya, tetapi kini juga merambah dalam kota Rembang yang sebenarnya memiliki akses lebih mudah, dekat dengan penyalur, agen maupun pengecer.

Abdul Faqih, seorang warga desa Pandangan Kulon Kec. Kragan mengatakan kondisi seperti ini terus berulang, perlu keseriusan pemerintah untuk mengawal. Jangan hanya ketika mendengar ada kelangkaan, cepat cepat diatasi. Begitu lancar, fungsi pengawasan kembali tidak berjalan.

Di desa Pandangan Kulon sendiri, kelangkaan terjadi selama seminggu terakhir. Di kios pengecer kehabisan stok LPG 3 kilo gram. Kalaupun ada, menembus Rp 20 ribu, jauh meroket diatas harga eceran tertinggi (HET). Sementara untuk keperluan memasak, warga beralih menggunakan kayu bakar. Kalau musti membeli gas isi 12 Kg, rata rata konsumen keberatan.

Pemandangan tak jauh berbeda dialami masyarakat kota Rembang. Bahkan banyak warga yang mencari kesana kemari LPG 3 Kg, mendatangi setiap pengecer, namun mereka gigit jari.

Salah satu pengecer gas LPG di Kelurahan Sidowayah Rembang, Suryanto mengakui kelangkaan bertambah parah. Penyebabnya pasokan dari agen berkurang. Dirinya setiap hari biasa mendapatkan jatah 100 tabung, sekarang tinggal 70 an tabung. Ia berharap ada operasi pasar, untuk mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, Imam Teguh Susatyo, Kepala Bidang Migas Dan Energi Dinas ESDM Kab. Rembang menyatakan kelangkaan bukan hanya di kabupaten Rembang saja. Salah satu penyebabnya, karena tak ada pengiriman LPG 3 Kg ketika hari Minggu dan hari libur nasional. Pihaknya telah mengirimkan surat permintaan tambahan kuota kepada Pertamina, sebanyak 560 tabung per minggu, untuk masing masing agen. Tapi sampai hari Selasa (20 Mei 2014), belum ada tanggapan, akan direalisasi atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *