Flash News
No posts found

Salah Tulis, Biaya UN Dipertanyakan

Arif Abidin menunjukkan sejumlah kwitansi pembayaran biaya ujian nasional SMK YPI Rembang.

Arif Abidin menunjukkan sejumlah kwitansi pembayaran biaya ujian nasional SMK YPI Rembang.

Rembang – Dua orang warga yang mengaku kerabat murid, Kamis siang (22 Mei 2014) mendatangi SMK YPI Rembang, sebelah timur Gedung Haji. Mereka mempertanyakan, kenapa siswa harus membayar biaya ujian nasional sebesar Rp 800 ribu.

Arif Abidin, seorang warga mengaku sempat menerima keluhan dari orang tua, sambil menunjukkan bukti kwitansi. Karena keberatan, siswa terpaksa mengangsur beberapa kali. Ia kemudian berinisiatif datang ke sekolah SMK YPI, untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Di dalam kwitansi tertera biaya ujian nasional, padahal sepengetahuannya ujian telah ditanggung pemerintah.

Mendapatkan pertanyaan semacam itu, bendahara sekolah, Bekti dan bendahara ujian nasional SMK YPI, Martini menjelaskan dana bukan semata mata untuk menyokong ujian nasional. Tetapi digunakan sebagai biaya persiapan les sore hari, uji coba, membayar uang transpot pengawas dan termasuk perpisahan siswa. Ia membenarkan khusus pelaksanaan ujian nasional gratis.

Kalau di dalam kwitansi tertulis biaya UN, sebatas untuk mempercepat kerja bendahara. Namun begitu ada masukan orang tua/wali murid, pihaknya siap merevisi pada tahun ajaran berikutnya, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Bekti menambahkan besaran biaya Rp 800 ribu itu telah disosialisasikan kepada orang tua/wali murid. Belakangan beberapa siswa meminta keringanan, karena kondisi ekonomi pas pasan. Pihak sekolah tak kuasa menolak. Satu sisi ingin meringankan beban orang tua siswa, namun disisi lain sekolah tetap memerlukan biaya operasional. Jika dibandingkan sekolah swasta lain, ia menganggap biaya di sekolahnya lebih ringan. Di SMK YPI sendiri, dari 68 siswa lulus 100 % tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *