Flash News
No posts found

Didamaikan, Oknum TNI Tampar Petugas Keamanan Rumah Sakit

Petugas keamanan rumah sakit dr R Sutrasno Rembang menjaga pintu masuk, sebelum jam besuk.

Petugas keamanan rumah sakit dr R Sutrasno Rembang menjaga pintu masuk, sebelum jam besuk.

Rembang – Kasus dugaan penamparan oleh oknum anggota TNI terhadap petugas keamanan rumah sakit dr R Sutrasno Rembang, akhirnya bisa didamaikan.

Junari, kepala keamanan rumah sakit dr R Sutrasno, Jumat pagi (23 Mei 2014) mengakui anggotanya yang menjadi korban penamparan memang sempat merasa malu, karena kejadian berlangsung di muka umum.

Tapi pihaknya berpikir, untuk tidak memperpanjang masalah, asalkan oknum tersebut mendapatkan sanksi. Apalagi pelaku menyampaikan permohonan maaf dan pernyataan tertulis. Ia menggarisbawahi bahwa tugas keamanan rumah sakit, untuk menjaga ketertiban. Meski ada standar operasional prosedur, namun terkadang juga musti fleksibel, mempertimbangkan situasi.

Menurut informasi yang dikumpulkan reporter R2B dari sejumlah saksi, Rabu siang sekira pukul 09.30 wib, oknum TNI itu datang ke rumah sakit, bermaksud menjenguk ibunya yang sakit. Ia bertugas di luar daerah, tetapi menyempatkan pulang ke Rembang.

Karena belum waktunya jam besuk, petugas keamanan rumah sakit melarang. Alasannya di dalam ruangan sudah ada penunggu pasien. Pembesuk menjawab berasal dari luar kota, ingin segera bertemu sang ibu. Lagipula saudaranya merasa pernah meminta izin kepada keamanan rumah sakit, untuk sedikit memberi keleluasaan. Sempat terjadi adu mulut, oknum aparat itu diduga menampar petugas keamanan rumah sakit.

Kepala Tata Usaha Rumah Sakit dr R Sutrasno, Eko Sujarwadi menyatakan usai peristiwa, korban penamparan dan oknum TNI dipertemukan di Kodim Rembang. Ia sebatas berharap kelak menjadi bahan pembelajaran bagi rumah sakit maupun masyarakat, agar jangan sampai terulang kembali. Pembesuk sebenarnya bisa keluar masuk rumah sakit, asalkan membawa tanda pengenal dari bangsal perawatan.

Sementara itu, Komandan Kodim Rembang, Letkol Wawan Indaryanto ketika dikonfirmasi membenarkan upaya mediasi berlangsung lancar. Pihaknya menganggap masalah telah selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *