Flash News
No posts found

Papan Cegah Kemaksiyatan Dirobohkan, Warga Halangi Bambu

Warga desa Tasikagung Rembang memasang portal bambu di dekat dermaga sisi barat.

Warga desa Tasikagung Rembang memasang portal bambu di dekat dermaga sisi barat.

Rembang – Karena merasa jengkel kawasan pelabuhan sering digunakan untuk tempat mesum dan mabuk Miras, sekelompok pemuda desa Tasikagung Rembang, setiap sore hingga malam hari memasang pagar bambu di pinggir jalan, antara kantor Kamla sampai dermaga ujung barat.

Miyono, seorang warga setempat menjelaskan selama ini masyarakat kerap memergoki pasangan berhubungan intim di dekat tumpukan beton pemecah gelombang. Kadang ada pula gerombolan pemuda naik motor berhenti, kemudian berpesta Miras di tempat tersebut. Sebenarnya warga telah mengingatkan, bahkan sempat memasang papan himbauan untuk mencegah kemaksiyatan. Justru papan dirobohkan oleh pelaku tidak bertanggung jawab.

Setelah kejadian itu, warga berinisiatif memasang portal bambu, untuk menghalangi siapapun yang akan masuk kawasan dermaga bagian barat.

Kepala Desa Tasikagung Rembang, Mohammad Riyanto menyesalkan gelapnya situasi dermaga pada malam hari. Sudah ada lampu penerangan, tapi dibiarkan mati. Desa pernah berkoordinasi dengan Syahbandar, intinya siap memberikan lampu dan membayar rekening bulanan, ternyata tidak bisa.

Kalau sekarang dipasang portal bambu, ia mendukung agar kenyamanan lingkungan tidak terusik. Warga tentu tak mungkin menolak kedatangan pengunjung dari luar desa, sehingga memilih inisiatif lain.

Mohammad Riyanto mengamati semenjak dipasangi bambu, dermaga barat pantai Tasikagung relatif terkendali. Kemungkinan mereka yang suka berpacaran di tempat gelap, mencari lokasi lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *