Flash News
No posts found

Biasanya Macet Parah, Kini Senyap

Jembatan timbang Sarang lengang, Sabtu pagi (24/5).

Jembatan timbang Sarang lengang, Sabtu pagi (24/5).

Sarang – Jembatan timbang Sarang di pinggir jalur Pantura, perbatasan provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur, selama lima hari terakhir ini berhenti beroperasi. Hari Sabtu (24 Mei 2014), suasananya sepi. Tak ada kegiatan penimbangan muatan kendaraan. Hanya seorang petugas jembatan timbang berjaga jaga, itupun enggan memberikan penjelasan resmi.

Ia mengaku sebatas diberi tahu rekannya, jembatan timbang tutup. Sampai kapan penutupan tersebut, dirinya belum tahu.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan pihaknya berencana menutup 9 jembatan timbang di provinsi Jawa Tengah, dari total keseluruhan 16 unit jembatan timbang. 7 titik yang dianggap masih layak beroperasi, diantaranya jembatan timbang Sarang Rembang, Sambong Blora, Tanjung Brebes, Toyogo Sragen, Salam Magelang, Wanareja Cilacap dan Klepu Kab. Semarang. Ganjar mempertimbangkan faktor efektifitas. Khusus jembatan timbang Sarang yang tutup, karena pemerintah provinsi Jawa Tengah berencana melakukan uji coba sistem baru pengoperasian, bisa langsung terkoneksi dengan wilayah lain, untuk mencegah pungutan liar. Tapi hal itu musti menunggu turunnya peraturan pemerintah yang baru, agar memiliki payung hukum.

Kalau nantinya jadi menjalankan sistem baru, Pemprov Jateng dihadapkan tuntutan tambahan tunjangan petugas jembatan timbang, termasuk uang lembur.

Penutupan sementara jembatan timbang Sarang Rembang, justru disambut gembira kalangan sopir. Diko Sodiq, pengemudi truk dari Madiun Jawa Timur yang melintasi jalur Pantura Rembang mengaku tidak susah susah lagi memikirkan sanksi denda maupun tilang, ketika muatannya melebihi kapasitas. Berdasarkan aturan, muatan melebihi 25 % dari jumlah berat yang diizinkan, maka petugas jembatan timbang akan menilang. Dibawah 25 %, awak angkutan terkena sanksi denda, antara Rp 10 – 60 ribu. Selain itu, Diko merasakan perjalanan lebih lancar, karena tidak perlu antre lama, masuk jembatan timbang.

Hanya saja, sejumlah kalangan khawatir ketiadaan pengawasan muatan angkutan barang, mengakibatkan kondisi jalan semakin cepat hancur.

Sugondo, warga desa Sluke Kec. Sluke mencontohkan setiap hari ribuan kendaraan melintas di jalur Pantura kabupaten Rembang. Saat ada jembatan timbang saja, masih banyak kendaraan melanggar aturan bobot muatan, apalagi sekarang tidak beroperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *