Flash News
No posts found

Khawatir Bentrok, Inspektorat Balik Kanan

Foto rumah pribadi dan ruko milik Kades Sidomulyo Kec. Sedan yang diduga menempati lahan milik desa.

Foto rumah pribadi dan ruko milik Kades Sidomulyo Kec. Sedan yang diduga menempati lahan milik desa.

Sedan – Situasi desa Sidomulyo Kec. Sedan, hari Sabtu (24 Mei 2014) sedikit memanas, setelah kedatangan 4 orang petugas Inspektorat Kab. Rembang.

Inspektorat berencana melakukan pengukuran dan cek fisik tanah aset desa yang diduga ditempati oleh kepala desa, Sarip dan keluarganya, untuk bangunan rumah serta toko. Hal itu pasca Inspektorat menerima laporan dari Forum Masyarakat Desa Sidomulyo (Formasdes), beberapa waktu lalu, yang menilai bahwa mendirikan bangunan di atas lahan aset desa, menyalahi aturan dan tidak etis.

Mendengar informasi ada pegawai Inspektorat, warga berbondong bondong datang ke balai desa, sebagian besar merupakan pendukung kepala desa. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir bangunan akan digusur. Maka ia datang, sebatas memberikan dukungan moral kepada Kades. Menurutnya, lebih baik masalah dituntaskan di tingkat desa.

Pendamping Formasdes sekaligus tokoh pemuda desa Sidomulyo Kec. Sedan, M. Labib mengakui pihaknya enggan hadir ke balai desa, karena tidak sesuai rencana undangan awal. Ketika massa banyak berkumpul, namun tidak ada satupun petugas kepolisian. Jika sampai terjadi gesekan di lokasi, ia mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab.

Massa di balai desa menghendaki Formasdes harus datang, ikut mendampingi pengukuran tanah.

Karena ditunggu tunggu tidak muncul juga, akhirnya petugas Inspektorat memilih membatalkan rencana tersebut dan kembali ke Rembang.

Mutaji, Kepala Seksi Pemerintahan Kec. Sedan menyerahkan sepenuhnya masalah itu kepada Inspektorat. Yang jelas kecamatan terus memantau perkembangan situasi, sambil menghimbau warga jangan bertindak anarkis.

Hingga berita ini diturunkan Sabtu siang, kepala desa Sidomulyo Kec. Sedan, Sarip belum bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya, ketika reporter R2B menghubungi melalui telefon selular, sempat diterima oleh isteri kepala desa. Ia mengakui menempati lahan milik desa. Kalau memang disuruh mengembalikan, keluarganya siap. Semua terserah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *