Flash News
No posts found

Saling Ngotot, Pemblokiran Sempat Tegang

Kades Bogorame, Budi Lestariyono adu argumen dengan Kasat Sabara Polres Rembang, AKP Yuli Krisna.(gambar atas) suasana pemblokiran di depan CV Karya Nugraha.

Kades Bogorame, Budi Lestariyono adu argumen dengan Kasat Sabara Polres Rembang, AKP Yuli Krisna.(gambar atas) suasana pemblokiran di depan CV Karya Nugraha.

Sulang – Puluhan warga desa Bogorame Kec. Sulang, Minggu pagi (25 Mei 2014) memblokir akses jalan di depan usaha pengolahan kayu CV Karya Nugraha, milik Basis di pinggir jalan raya Rembang – Blora, turut tanah desa Pedak. Basis merupakan mantan Sekretaris Desa Bogorame, namun sudah pindah tugas ke kantor kecamatan Sulang.

Pemblokiran tersebut dikoordinir oleh kepala desa Bogorame, Budi Lestariyono, dengan menancapkan kayu dan memasang tulisan rencana pembuatan jalan. Aksi itu sempat memancing ketegangan dengan aparat kepolisian, karena polisi melarang warga jangan bertindak sewenang wenang. Kebetulan ada truk mengangkut potongan kayu akan keluar dari dalam lokasi usaha Karya Nugraha, kemudian dihadang warga. Polisi meminta untuk membuka, sehingga terjadi adu mulut. Truk akhirnya diperbolehkan melintas.

Budi Lestariyono, Kades Bogorame menuding usaha milik Basis menutupi akses jalan umum yang akan dibuat masyarakat. Berdasarkan peta desa, ia meragukan status tanah. Menurutnya, dengan pembangunan jalan, aktivitas warga menuju jalan raya Rembang – Blora menjadi lebih mudah.

Basis, pemilik pengolahan kayu CV Karya Nugraha menyatakan tanahnya dari batas jalan raya ke barat, sudah mengantongi sertifikat sejak tahun 2006 lalu. Kalau ditutup, tentu saja akan merugikan aktivitas para pekerja. Ia menganggap tuntutan warga terlalu mengada ada. Apalagi lokasi usahanya berada di desa Pedak, kenapa orang Bogorame ikut campur tangan.

Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Wawan Indaryanto yang datang ke lokasi, berupaya menengahi masalah tersebut.

Pihaknya telah melaporkan keluhan warga kepada Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz, agar dicarikan solusi alternatif jalan tembus. Hari Selasa nanti, baru dibahas. Maka Dandim menghimbau masyarakat bersabar. Soal pemblokiran, disepakati tulisan digeser ke selatan, supaya Basis tetap mempunyai akses jalan.

Sementara itu Kapolsek Sulang, AKP Bhinuka Suryo Nugroho menyarankan kalau Kades dan warga desa Bogorame masih tidak terima, sebaiknya melaporkan secara resmi kepada kepolisian. Jalur hukum untuk memastikan siapa yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *