Flash News
No posts found

Ini Dia Ketua Tim Sukses Jokowi – JK, Kubu Prabowo Siap Siap

Warga membawa bendera bergambar Prabowo Subianto. (gambar atas) deretan bendera pendukung Jokowi – JK, terpasang di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kab. Rembang.

Warga membawa bendera bergambar Prabowo Subianto. (gambar atas) deretan bendera pendukung Jokowi – JK, terpasang di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kab. Rembang.

Rembang – Sumadi HS, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang ditunjuk menjadi ketua tim sukses Joko Widodo – Jusuf Kalla, untuk memenangkan pasangan tersebut dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 09 Juli 2014 mendatang. sedangkan Ketua DPC Nasdem, Sugeng Ibrahim menempati posisi wakil ketua.

Keputusan itu diumumkan, setelah partai pendukung Jokowi – JK, meliputi PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI, melakukan konsolidasi di kantor DPC PDI Perjuangan, selatan perempatan Galonan Rembang, hari Sabtu (24 Mei 2014).

Sedikitnya ada 14 tokoh, masuk jajaran tim sukses Jokowi – JK Kab. Rembang. Atna Tukiman, bos koperasi Bina Raharja Rembang dan mantan wakil bupati sekaligus Ketua DPC PKB, Yaqut Kholil Qoumas didudukkan sebagai dewan pengarah.

Wakil Sekretaris tim sukses Jokowi – JK Kab. Rembang, Kusnadi mengklaim pihaknya cukup solid. Bahkan menargetkan mampu meraup 75 % suara. Realistis atau tidak, yang penting bekerja dengan optimal. Figur Jokowi sudah lama terkenal, tim tinggal memperluas jaringan.

Sementara itu, politisi partai Gerindra yang juga anggota DPRD Rembang, Puji Santoso mengaku pihaknya optimis pasangan Prabowo Subianto – Hatta Radjasa akan menguasai perolehan suara.

Ia beralasan di kabupaten Rembang cukup banyak ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat menginginkan Prabowo menjadi presiden, karena visi misinya lebih jelas mengangkat perekonomian dan menjaga kedaulatan bangsa. Jika beberapa waktu lalu, Prabowo sempat sowan ke kediaman Gus Mus dan KH Maemoen Zubair, nantinya tim sukses pemenangan Prabowo – Hatta juga akan bertemu kedua tokoh tersebut. Dengan dukungan sejumlah pimpinan media TV nasional, ia menilai sosialisasi lebih cepat dan memuluskan langkah menuju istana.

Puji Santoso menambahkan tak akan menyasar daerah daerah tertentu. 14 kecamatan akan digarap semua.

Minggu malam (25 Mei 2014), baru berlangsung pertemuan internal Gerindra. Baru kemudian dilanjutkan konsolidasi antar partai pendukung Prabowo – Hatta, Golkar, PPP, PAN, PKS dan PBB, membahas susunan tim pemenangan.

1 Komentar

  1. Nova Wulandari

    SURAT UNTUK PRESIDEN BARU

    Selamat malam Pak.
    Maaf kiranya saya lancang mengirim surat kepada calon orang nomor satu di Republik ini.
    Perkenalkan, nama saya Nova Wulandari. Salah satu siswi dari SMA Negeri 1 Jombang.

    Apa kabar Pak? saya harap Bapak sekeluarga selalu dalam lindungan Tuhan YME.
    Pak, Maaf jika membaca surat saya dapat menyitah waktu Bapak. dengan kebesaran hati Bapak, izinkan saya menyampaikan beberapa harapan saya dan bisa jadi juga merupakan harapan rakyat Indonesia lainnya.

    Berbicara tentang Indonesia.
    Indonesia… Negara kaya tapi kesejahteraan tak merata.
    keadilan! Dimana? ketidakberpihakan dan ketidakseriusan kinerja pemerintah semakin dirasa bagi mereka yang menduduki kelas sosial bawah.

    Masalah sosial yang dihadapi bangsa semakin parah karena bobroknya pemerintahan Indonesia hingga muncullah slogan-slogan ‘Yang miskin makin miskin dan yang kaya semakin kaya’ disebabkan karena ketidakkonsistenan pemerintah dan wakil rakyatnya.

    Ironis… mengingat angka kemiskinan yang tak jua menemukan titik terang. juga masih banyak penyalahgunaan kekuasaan, ketidak-adilan, korupsi merajalela dari hulu sampai hilir, pemberantasan korupsi yang tebang pilih, ditambah masih banyak buruh yang kehilanggan hak-hak normatifnya; buruh yang diperlakukan sebagai budak. “BANGSA KULI” mungkinkah sesuai gelar itu disandang bangsa kita?

    Seketika mata saya berkaca-kaca memandang layar kaca yang memperlihatkan situasi Borneo.
    Spontan terfikir dalam benak saya ‘Seburuk itukah nasib saudara-saudara kita diujung negeri?’
    Daerah perbatasan yang menghadap negeri tetangga justru memprihatinkan! Tidakkah Bapak malu pada negeri tetangga?

    Sulit cari kerja, mendapat air bersihpun susah, apalagi bangunan sekolahnya yang masih jauh dari kata layak; kelas terbatas, tenaga pengajar yang tak lengkap. sekolah diperbatasan justru terpuruk padahal pendidikan adalah masalah terbesar anak Indonesia. Tidak sedikit anak-anak yang bisa mengalahkan beratnya himpitan hidup dengan pendidikan yang baik sebab pendidikan yang baik akan dapat mengeluarkan mereka dari jurang kemiskinan.

    Kepada Bapak Presiden yang akan menjabat,
    Jangan hanya bisanya beri janji, malu jika tidak terealisasi.
    Jangan hanya bicara tapi tindakan tak ada.
    Kalau hanya begitu saja, anak SD pun bisa.

    Besar harapan saya padamu Pak Presidenku!

    Salam hormat saya,
    Nova Wulandari ditempat.
    Rabu, 2 juli 2014. 20.42 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *