Flash News
No posts found

Parah, Diberi Jatah Dua Titik

Pekerja menyelesaikan talud pemecah gelombang di pinggir pantai pasir putih desa Tasikharjo Kec. Kaliori, Minggu pagi.

Pekerja menyelesaikan talud pemecah gelombang di pinggir pantai pasir putih desa Tasikharjo Kec. Kaliori, Minggu pagi.

Kaliori – Dua titik talud pemecah gelombang di bangun di pinggir pantai desa Tasikharjo Kec. Kaliori.

Titik pertama di sebelah barat, berhimpitan dengan muara sungai, sedangkan talud lainnya berada di pantai Pasir Putih, dekat lapangan tembak Polres Rembang.

Kepala Desa Tasikharjo Kec. Kaliori, Sutono menuturkan dua talud tersebut memiliki fungsi berbeda. Yang barat, lebih digunakan untuk mengurangi endapan pasir masuk ke saluran sungai, sehingga tidak cepat mengalami pendangkalan. Sekarang, pasokan air laut kian lancar, untuk bahan membuat garam.

Sementara talud pemecah gelombang pinggir pantai pasir putih, hari Minggu (25 Mei 2014) masih dalam proses pengerjaan. Diharapkan kelak mampu menekan dampak abrasi atau erosi pantai, yang terus mengikis kawasan tersebut. Bahkan tumpukan pasir lapangan tembak polisipun, sudah lama habis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso mengatakan khusus talud Tasikharjo, tahun ini pihaknya menggelontorkan dana sekira Rp 200 juta. Menurutnya kondisi pantai Tasikharjo, musti menjadi prioritas, karena tingkat kerusakannya cukup parah.

Suharso mendorong masyarakat juga ikut bergerak. Semisal memperbanyak tanaman bakau dan cemara laut, untuk mengurangi erosi pantai.

Belakangan, sudah banyak tanaman hasil kepedulian pecinta lingkungan bersama masyarakat setempat. Tapi sayangnya tidak begitu terawat, sehingga terancam mati. Kalau hanya mengandalkan talud, sulit melawan dampak alam. Apalagi anggaran daerah terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *