Flash News
No posts found

Gara Gara Kata Bantai, Wartawan Luncurkan Protes

Beginilah reaksi Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan membaca surat aduan dari wartawan. (gambar atas) Suasana wartawan bertemu Kapolres Rembang.

Beginilah reaksi Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan membaca surat aduan dari wartawan. (gambar atas) Suasana wartawan bertemu Kapolres Rembang.

Rembang – Belasan wartawan di Rembang, hari Senin (26 Mei 2014) mendatangi Polres Rembang, untuk menyampaikan aduan tertulis kepada Kapolres, AKBP Muhammad Kurniawan.

Aduan tersebut menyangkut pernyataan Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Raden Dian Kusumasmoro yang dinilai tidak pantas dan melecehkan profesi jurnalis. Awalnya, belum lama ini ada peristiwa kecelakaan lalu lintas, melibatkan pelajar dan seorang anggota polisi di dekat perempatan, sebelah selatan kantor BRI Rembang. Ketika sejumlah wartawan datang meliput, sempat bertemu Kasat Lantas, AKP Raden Dian Kusumasmoro. Ia melarang peristiwa kecelakaan diberitakan, sambil melontarkan kata kata bernada intimidasi. Jurnalis memilih mengalah, kemudian meninggalkan rumah sakit.

Daryono, Wakil Ketua kelompok kerja PWI Rembang mengatakan diduga waktu itu muncul kata kata akan membantai siapapun yang memberitakan. Di zaman keterbukaan informasi seperti sekarang, tindakan Kasat Lantas perlu diluruskan, karena bertentangan Undang Undang Pers. Menurutnya, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Bagi siapa yang menghalang halangi kerja pers, bisa diancam hukuman pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Ia memahami munculnya kepanikan, begitu ada anggota polisi kecelakaan. Tapi sangat tidak tepat, dibarengi ancaman.

Terkait aduan tertulis, lantaran pihaknya menganggap setelah insiden itu, suasana belum mencair.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan yang menerima para wartawan mengaku sebenarnya tidak masalah, peristiwa seperti itu diberitakan. Siapapun mempunyai resiko kecelakaan saat bertugas, termasuk anggota polisi. Usai menerima informasi, ia langsung menegur Kasat Lantas. Tapi tidak tahu, ternyata dilain hari masih berbuntut panjang.

AKBP Muhammad Kurniawan menimpali secara pribadi dan institusi, menyampaikan permohonan maaf kepada kalangan wartawan. Hari Senin (26 Mei 2014), Kasat Lantas dipanggil, sekaligus diarahkan untuk meminta maaf langsung. Upaya itu, untuk menjamin hubungan profesional, antara pencari berita dengan jajaran kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *