Flash News
No posts found

Melayang, Target Rp 16 Juta Setiap Hari

Suasana pos jembatan timbang Sarang, kondisinya lengang.

Suasana pos jembatan timbang Sarang, kondisinya lengang.

Sarang – DPRD Rembang menyesalkan tutupnya jembatan timbang Sarang – Rembang, selama seminggu terakhir ini. Sampai hari Senin (26 Mei 2014), kendaraan angkutan barang masih bebas melenggang di jalur Pantura, tanpa harus masuk lebih dulu ke jembatan timbang.

Anggota Komisi Bidang Ekonomi DPRD Rembang, Joko Suprihadi mengatakan ada 2 kerugian, diantaranya dari sisi pendapatan negara, melalui pembayaran denda dan tilang ikut terhenti. Kemudian dampak lain, kerusakan jalan akan semakin parah, karena sopir bertambah berani melanggar batas ketentuan maksimal muatan.

Joko berpendapat mustinya sistem lama tetap dijalankan, sambil terus melakukan pembinaan terhadap petugas jembatan timbang. Setelah sistem baru benar benar siap, sistem lama diganti.

Kepala Seksi Operasi Dan pengawasan Dishubkominfo Jawa Tengah wilayah Pati, Rusman Sayogo mengatakan penutupan jembatan timbang, menunggu pemberlakuan sistem elektrik. Sampai kapan beroperasi kembali, pihaknya sebatas menunggu perintah atasan. Yang jelas sebelum tutup sementara, jembatan timbang Sarang ditarget menyetorkan pendapatan uang denda Rp 16,4 juta setiap hari.

Ia mengakui memang masih terdapat sejumlah kekurangan sarana pra sarana di jembatan timbang, seperti jalur penimbangan hanya satu titik, sehingga rawan memicu kemacetan di jalur Pantura dan tidak adanya tempat pembongkaran barang, manakala kendaraan kelebihan muatan.

Berdasarkan data di jembatan timbang Sarang, sejak bulan Januari sampai dengan April 2014, dari jumlah kendaraan yang masuk mencapai 154.521 unit, 57.057 unit diantaranya melanggar aturan muatan. Pelanggaran tertinggi terjadi pada bulan Maret lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *