Flash News
No posts found

Sosialisasi Kurang, Warga Miskin Pontang Panting

Suradi menunjukkan SKTM dan kartu Jamkesmas miliknya di kantor bupati Rembang, Senin pagi.

Suradi menunjukkan SKTM dan kartu Jamkesmas miliknya di kantor bupati Rembang, Senin pagi.

Rembang – Masih banyak masyarakat kabupaten Rembang yang belum mengetahui tata cara mengurus jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

Senin pagi (26 Mei 2014) misalnya, Suradi, warga dusun Doyok desa Jatihadi Kec. Sumber dibuat pontang panting, ketika akan mengurus Jamkesda. Ia menceritakan anaknya, Ahmad Fikri (1,5 tahun), menderita demam tinggi dan harus menjalani perawatan di rumah sakit dr R Sutrasno Rembang. Ia beserta isterinya telah terdaftar menjadi peserta Jamkesmas, namun sang anak belum terdaftar.

Solusi satu satunya meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa dan kecamatan, untuk didaftarkan masuk Jamkesda. Dari rumah sakit, ia menuju ke rumah dinas Wakil Bupati di Jl Dr Sutomo Rembang, ingin meminta tanda tangan Pelaksana Tugas Bupati, Abdul Hafidz. Karena tidak berada di rumah dinas, menuju kantor bupati. Disinilah kebingungan kian terasa. Ia menuju lantai II, tetapi ruangan ajudan Plt Bupati kosong, kemudian menunggu agak lama. Sempat disarankan ke Bagian Kesra, tapi pegawai Kesra meminta ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Dari DKK dipersilahkan menghubungi langsung kantor Badan Pelaksana JKRS di sebelah timur kantor bupati.

Suradi mengaku sejak pagi putar putar, ditengah kekhawatiran kondisi anaknya semakin memburuk. Menurutnya selama ini memang belum ada sosialisasi yang memperinci, bagaimana tata cara mengurus Jamkesda.

Sujoko, seorang petugas Bapel JKRS Rembang menyampaikan kalau warga sudah membawa foto copy kartu keluarga, foto copy KTP dan surat keterangan tidak mampu, tinggal diserahkan kepada Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Biasanya kalau kebetulan PLT Bupati ada agenda keluar, berkas akan diterima oleh ajudan. Begitu memo Abdul Hafidz jadi, ajudan akan menelfon balik pemohon. Pemohon tinggal menyerahkan kepada Bapel JKRS, untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz menghimbau supaya masyarakat membiasakan mengurus jaminan kesehatan daerah lebih awal, jangan menunggu kalau sudah sakit.

Banyak kejadian, pemohon terburu buru. Karena terlambat mengurus, akhirnya terpaksa membayar sendiri biaya rumah sakit. Selama berada di Rembang, Hafidz memastikan akan cepat menandatangani pengajuan Jamkesda. Saat ini, peserta Jamkesda di kabupaten Rembang mencapai 70 ribu orang lebih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *