Flash News
No posts found

Pemerintah Yes, Investor No

Pasar Lasem sepi pembeli, karena kondisinya kurang layak.

Pasar Lasem sepi pembeli, karena kondisinya kurang layak.

Lasem – Para pedagang di pasar Lasem mendesak pemerintah kabupaten Rembang mempercepat penataan pasar Lasem, karena kondisinya semakin memprihatinkan. Banyak los rusak dan bocor. Begitu pula saluran air, sebagian tidak berfungsi. Akibatnya, hujan sebentar saja, lorong pasar becek terendam air. Calon pembelipun enggan masuk, tetapi lebih senang berbelanja di luar pasar.

Muhammad Sajad Albadani, seorang pedagang pasar Lasem mengaku sejak lama mendengar kabar, pasar akan direhab. Tapi sampai hari Selasa (27 Mei 2014), belum ada kejelasan waktunya kapan. Ia setuju apabila pemerintah kabupaten menanggung dana, karena sebagian besar pedagang menolak, jika dirombak besar besaran, dengan ditangani investor. Pria warga desa Seren Kec. Sulang ini beralasan harga jual kios maupun los pasti melonjak tinggi dan memberatkan pedagang. Lebih baik ditata bertahap oleh pemerintah, sedangkan pedagang tinggal menempati gratis.

Kepala Pasar Lasem, Sutrisno menanggapi pihaknya masih menunggu informasi dari Disperindagkop Dan UMKM Kab. Rembang. Begitu tahap lelang selesai, tentu akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi kepada para pedagang.

Soal wacana pedagang dipindahkan sementara atau tidak, yang penting pengelola pasar menyiapkan tempat di sisi timur dan barat pasar, kalau sewaktu waktu dibutuhkan. Ia yakin pedagang mudah diarahkan, karena kedepan revitalisasi pasar untuk kebaikan pedagang. Kondisi pasar yang lebih baik, diharapkan semakin ramai pembeli.

Sebelumnya, pemerintah kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar lebih, untuk menata Pasar Lasem.

Tahun 2012 lalu, Pemkab lebih dulu mengucurkan dana hibah Rp 3,4 miliar dalam revitalisasi pasar Sedan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *