Flash News
No posts found

Pemblokiran Rumah Dilaporkan Polisi, Ujung Kesabaran Basis

Mantan Sekdes Bogorame, Basis (berkacamata) melapor ke Reskrim Polres Rembang. (gambar atas) rumah Basis diblokir sekelompok warga.

Mantan Sekdes Bogorame, Basis (berkacamata) melapor ke Reskrim Polres Rembang. (gambar atas) rumah Basis diblokir sekelompok warga.

Sulang – Kisruh di desa Bogorame Kec. Sulang kian memanas. Setelah massa memblokir rumah mantan Sekretaris Desa, kini giliran peristiwa tersebut dilaporkan polisi.

Awalnya, berlangsung pertemuan membahas pembangunan jalan dari desa Bogorame menuju jalan raya Rembang – Blora di ruangan Sekda Rembang, hari Senin. Turut hadir, kepala desa Bogorame, Pedak, Pranti, Landoh dan mantan Sekdes Bogorame, Basis. Sekda Hamzah Fathoni menyampaikan alternatif, bagaimana kalau akses jalan yang akan disokong program tentara manunggal membangun desa (TMMD) itu, tidak melewati tempat usaha penggergajian kayu milik Basis, tetapi digeser ke selatan, melintasi desa Landoh. Namun Kades Bogorame, Budi Lestariyono tidak setuju. Basis mengingatkan bahwa tanah miliknya telah bersertifikat, ada pula yang berstatus sewa dengan PT Kereta Api Indonesia. Sempat terjadi silang pendapat cukup alot.

Dalam forum pertemuan, akhirnya diputuskan untuk memindahkan program TMMD desa Bogorame, ke desa Pedak Kec. Sulang, mengingat situasi tidak kondusif.

Sepulang dari pertemuan, Senin malam, tiba tiba melalui alat pengeras suara masjid Bogorame, seorang perangkat desa setempat menyampaikan bahwa program TMMD gagal. Diduga masyarakat yang kecewa pembangunan jalan terhenti, kemudian langsung bergegas memblokir depan rumah mantan Sekdes, Basis dengan menggunakan potongan kayu.

Basis, Selasa pagi (27 Mei 2014) mendatangi Polres Rembang, untuk melaporkan secara resmi aksi warga. Ada 5 butir laporan, semenjak dugaan pengrusakan sawah, lahan tebu, perusakan pagar usaha penggergajian kayu, pemblokiran depan usaha penggergajian kayu dan terakhir kali penutupan depan rumahnya. Ia selama ini bersabar, tetapi karena tindakan sekelompok warga sudah berlebihan, maka dirinya memilih menempuh jalur hukum. Harapannya kayu segera dibuka, agar aktivitas pekerja maupun keluarganya berangsur angsur normal.

Kepala Desa Bogorame Kec. Sulang, Budi Lestariyono mengaku tidak masalah Basis melapor polisi. Ia menganggap warga hanya memagari pinggir jalan. Kalau ternyata menghalangi akses rumah Basis, warga tidak mau tahu. Pasca pembatalan program TMMD, Budi berencana tetap melanjutkan pembangunan jalan. Yang penting ada tekad, soal dana urusan belakangan.

Pelaksana Tugas Camat Sulang, Teguh Gunawarman menghimbau masyarakat menghargai hak masing masing individu dan jangan mudah terprovokasi. Ia menyadari jalan merupakan kepentingan umum. Pemerintah telah menawarkan bantuan, 3 desa setuju, tapi Kades Bogorame menolak.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Joko Santoso mengatakan usai menerima laporan, anggotanya langsung bergerak mengumpulkan bahan keterangan. Langkah selanjutnya, tergantung hasil penyelidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *