Flash News
No posts found

Jalur Langganan Banjir Ditinggikan, Saluran Belum Tersentuh

Jalur Pantura Sendangasri Kec. Lasem akan ditinggikan.

Jalur Pantura Sendangasri Kec. Lasem akan ditinggikan.

Lasem – Jalur Pantura desa Sendangasri Kec. Lasem sepanjang 200 an meter, akan ditinggikan oleh Dinas Bina Marga, karena menjadi langganan banjir pada musim penghujan.

Hari Jumat (30 Mei 2014), pekerja sudah membuat pondasi di sisi barat jalan. Ngatmin, seorang warga desa Sendangasri Kec. Lasem mengatakan tahun 2013 lalu, kondisi banjir cukup parah. Ia sempat bertanya kepada pekerja, menurut rencana jalur Pantura ditinggikan sekira 1 meter. Ia berharap jangan hanya meninggikan jalan, tetapi saluran sungai di sisi timur jalan, juga harus dilebarkan, minimal 6 meter. Selama ini kondisi sungai sempit, sehingga tidak kuat menampung kiriman air dari pegunungan Lasem.

Pengguna jalan asal desa Jolotundo Kec. Lasem, Daryono menganggap penanganan jalan rawan banjir di desa Sendangasri terlambat, karena hampir setiap tahun tergenang. Mustinya ditata sejak dulu, apalagi saat banjir, selalu mengakibatkan arus kendaraan yang melintasi jalur Pantura tersendat.

Tapi Daryono berpendapat, idealnya normalisasi saluran air diselesaikan dulu, baru memperbaiki jalan. Kalau air tetap meluap, pasti jalan cepat rusak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso menjelaskan pelebaran saluran air dan perombakan jembatan masuk desa Sendangasri, menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Pihaknya akan menyesuaikan langkah Bina Marga, kalau bisa tahun ini proyek dimulai.

Suharso menambahkan banjir Sendangasri jangan dilihat pada bagian muara saja. BPBD perlu menormalisasi saluran air sebelum Sendangasri, salah satunya di desa Ngemplak. Jika memungkinkan, dibuat pula sejumlah sudetan, untuk memecah arus air. Anggaran saat ini terbatas, sehingga tidak bisa langsung selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *