Flash News
No posts found

Merasa Dilemahkan, Ada Dua Aturan Janggal

Ketua Panwas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho.

Ketua Panwas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho.

Rembang – Pembagian barang, seperti sembako atau cindera mata diperbolehkan selama masa kampanye Pemilu Presiden, antara tanggal 04 Juni sampai dengan 05 Juli mendatang. Asalkan nilainya tidak sampai melebihi Rp 50 ribu. Artinya semisal ada pembagian bahan kebutuhan pokok, kemudian bergambar pasangan calon presiden dan wakil presiden, dengan nilai kurang dari Rp 50 ribu, maka tidak masuk kategori pelanggaran money politics.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho mengatakan ketentuan itu termuat dalam peraturan komisi pemilihan umum yang baru, No 16. tahun 2014. Ia khawatir nantinya aksi bagi bagi barang akan semakin merajalela, kemudian masyarakat menuding Panwas Pemilu diam saja.

Tak hanya itu, Peraturan KPU No 16 tahun 2014 juga melemahkan kewenangan panitia pengawas pemilu.

Jika pada Pemilu Legislatif lalu, setiap kali terjadi pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye, bisa dieksekusi petugas Satpol PP, setelah ada rekomendasi dari Panwaslu, sekarang pembersihan atribut justru diserahkan kepada tim sukses pasangan calon. Memang agak lucu regulasi tersebut, karena selama ini penertiban alat peraga kampanye, mereka pengurus partai politik maupun tim sukses, cenderung menggantungkan.

Mukhlis Ridho mengusulkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk mendesak KPU pusat mengkaji ulang Peraturan KPU No 16 tahun 2014, karena sarat dengan pelemahan pengawas ditingkat daerah. Harapannya segara direvisi, supaya ketika masa kampanye, tidak menimbulkan multi tafsir dikalangan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *