Flash News
No posts found

Datangkan Dua Pasangan, Siapa Yang Pro Pesantren

Santri memadati halaman sebuah pondok pesantren di Sarang, Rembang.

Santri memadati halaman sebuah pondok pesantren di Sarang, Rembang.

Lasem – Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) bersikap netral dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden, tanggal 09 Juli mendatang. Tapi tanggal 07 Juni 2014, akan menggelar kegiatan penyampaikan visi misi dari pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto – Hatta Radjasa dan nomor urut 2 Joko Widodo – Jusuf Kalla, di pondok pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur.

Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia, yang juga pengasuh pondok pesantren Kauman Lasem, Zaim Ahmad Makso’em menuturkan pihaknya tidak mempunyai kapasitas mengarahkan pemilih berlabuh ke salah satu pasangan. Hanya saja memberikan kesempatan kepada calon presiden maupun calon wakil presiden, untuk membeberkan visi misi mereka memajukan dunia pesantren. Setelah ada dialog, biar nantinya pengasuh pesantren menentukan sikap masing masing, mana pasangan yang dianggap lebih baik.

Kiai dengan sapaan Gus Zaim ini menilai pemerintahan sekarang belum begitu peduli pesantren, karena dianggap bukan termasuk sistem pendidikan nasional. Ia berharap ada pasangan calon presiden dan wakil presiden, berani meningkatkan bantuan anggaran pondok pesantren, melalui dana pendidikan yang konon mencapai 20 % dari anggaran pendapatan belanja negara. Tak hanya materi, tetapi juga mengukur, sejauh mana komitmen calon pemimpin negara memberikan dorongan pengembangan pesantren.

Tanggal 07 Juni nanti, rencananya 300 an pengasuh pondok pesantren se Indonesia diundang ke Tebu Ireng Jombang.

Pihaknya mengambil poros poros pesantren. Paling banyak berasal dari pulau Jawa, yang selama ini dikenal sebagai basis massa nadhliyin. Ia berharap akan hadir semua, karena merupakan bagian usaha perbaikan bangsa lima tahun kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *