Flash News
No posts found

Kemenag Tegur Sekolah, Salahi Prosedur

Kepala Sekolah MTS Walisongo, Muhammad Ali Akhsan. (gambar atas) ruangan tata usaha berantakan.

Kepala Sekolah MTS Walisongo, Muhammad Ali Akhsan. (gambar atas) ruangan tata usaha berantakan.

Kaliori – Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang menyalahkan pihak sekolah Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Walisongo desa Tasikharjo Kec. Kaliori, terkait insiden ludesnya ijazah lulusan, dalam peristiwa kebakaran ruangan tata usaha sekolah tersebut, Minggu dini hari.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Djasim menuturkan sesuai prosedur, ketika selesai pengumuman kelulusan, seharusnya ijazah langsung diserahkan kepada yang berhak. Tidak boleh disimpan seperti itu, meski dengan alasan, alumni melanjutkan ke jenjang sekolah lebih tinggi, masih satu yayasan atau karena faktor lain. Kementerian Agama justru berencana memberikan teguran. Harapannya sekolah sekolah lain tertib menjalankan aturan, ijazah adalah hak mutlak siswa.

Djasim menambahkan hingga Senin siang (02 Juni 2014), Kementerian Agama Kab. Rembang baru menerima laporan lisan. Berapa jumlah ijazah yang terbakar, belum diketahui secara pasti.

Ia menegaskan pemerintah tidak bisa mencetak ulang ijazah. Begitu hilang atau terbakar, maka alumni tidak akan mengantongi ijazah pada umumnya. Sebagai pertanggungjawaban moral, sekolah wajib mengeluarkan surat keterangan pengganti ijazah, kemudian diketahui oleh Kementerian Agama setempat.

Sebelumnya, kepala sekolah MTS Walisongo Tasikharjo Kec. Kaliori, Muhammad Ali Akhsan menuturkan banyak ijazah lulusan MTS dan MA Walisongo disimpan dalam ruangan tata usaha. Saat api berkobar, ijazah maupun dokumen dokumen penting lainnya, belum sempat diselamatkan.

Ia mengakui siswa cenderung enggan mengambil ijazah, karena masih melanjutkan sekolah satu yayasan. Misalnya dari MTS ke Madrasah Aliyah. Apalagi setelah lulus langsung menikah, ijazah biasanya lama tidak diambil.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *