Flash News
No posts found

Tenaga Honorer Dijebloskan Tahanan, Khianati Kepercayaan

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Joko Santoso.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Joko Santoso.

Sulang – Tindakan pria yang satu ini benar benar tidak patut untuk ditiru. Meski usianya sudah 50 tahun, tapi ia diduga tega mencabuli seorang bocah perempuan baru berusia 8 tahun. Tersangka berinisial JP alias Gendon, berstatus sebagai tenaga honorer Pemkab Rembang. Ia hari Selasa (03 Juni 2014) sudah mendekam di dalam tahanan Polres Rembang.

Cerita bermula, JP yang bekerja di sebuah desa, pinggir jalan raya Rembang – Blora, biasa nongkrong di dalam warung kopi milik ibu korban, sebut saja Mawar. Kebetulan antara tempat kerjanya dengan warung, berdekatan. Ketika ibu korban pergi, JP juga sering dimintai tolong untuk menunggu warung. Mendapatkan kepercayaan seperti itu, JP justru nekat memaksa anak pemilik warung, memenuhi nafsu bejatnya. Kasus tersebut, selanjutnya dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Joko Santoso menuturkan selesai menjalani pemeriksaan, Senin siang kemarin, tersangka dijebloskan ke dalam tahanan.

AKP Joko Santoso menghimbau kalangan orang tua lebih meningkatkan pengawasan, agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Ia juga menekankan kepada masyarakat, jangan sekali kali melakukan tindakan asusila terhadap anak dibawah umur, karena ancaman hukumannya cukup berat, sampai 15 tahun penjara. Ketika masuk persidangan, majelis hakim Pengadilan Negeri Rembang, rata rata menjatuhkan vonis 7 tahun.

Belakangan ini, anak dibawah umur yang menjadi korban pelecehan sexsual di kabupaten Rembang, terus meningkat.

Selain menimbulkan trauma berkepanjangan, pemulihan korban juga memakan waktu lama. Karena dianggap kondisi sekarang kian mengkhawatirkan, sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum, terutama hakim, untuk memberikan hukuman maksimal kepada terdakwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *