Flash News
No posts found

“Warung Sepi, Ditambah Pula Sesak Nafas…”

Deretan warung di depan masjid Pamotan terganggu polusi debu.

Deretan warung di depan masjid Pamotan terganggu polusi debu.

Pamotan – Sejumlah pedagang di depan Masjid Pamotan mulai kelimpungan, menghadapi debu dari kerusakan jalan. Akibatnya, calon pembeli berkurang, gara gara merasa tidak nyaman.

Rizqy Agung, seorang penjual mie ayam menuturkan jalan rusak telah berlangsung hampir dua tahun, tapi tidak kunjung diperbaiki. Pedagang terpaksa menyirami jalan raya sebanyak dua kali dalam sehari, siang dan sore, untuk mengurangi dampak polusi udara. Kalau kondisi seperti ini dibiarkan berlarut larut, Agung khawatir pedagang akan gulung tikar. Saat pembeli asyik menikmati mie ayampun, enggan berlama lama. Mereka cepat meninggalkan warungnya, lantaran terganggu debu.

Warga desa Pamotan Kec. Pamotan, Warsun mengatakan dua bulan silam, bahu jalan Pamotan – Jatirogo dilebarkan dengan alat berat. Entah kenapa sampai sekarang jalan seperti dibiarkan begitu saja. Tak hanya mengganggu pedagang, kerusakan jalan juga membuat serambi masjid cepat kotor. Apalagi ketika ada iring iringan kendaraan berat melintas. Warsun mendesak pemerintah mempercepat pengaspalan, agar tidak semakin banyak penderita sesak nafas.

Lambannya perbaikan jalan Pamotan – Jatirogo, juga pernah menjadi sorotan anggota DPRD Rembang, Rohmat Isnaeni. Menurutnya pemerintah provinsi Jawa Tengah musti tanggap.

Sebelumnya, dana Rp 5,7 miliar digelontorkan untuk membeton jalan antara Lasem sampai dengan Sale, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Panjang jalan yang akan diperbaiki baru sekira 4 kilo meter, di sejumlah titik secara terpisah pisah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *