Flash News
No posts found

Tak Sepele, TPI Tasikagung Dihantui Ancaman

Nelayan sibuk menyelamatkan kapal yang akan tenggelam, Kamis pagi.

Nelayan sibuk menyelamatkan kapal yang akan tenggelam, Kamis pagi.

Rembang – Untuk kesekian kalinya, kapal di pinggir dermaga Pelabuhan Tasikagung Rembang nyaris tenggelam, gara gara deknya membentur batu proyek pengurukan pantai, Kamis pagi (05 Juni 2014).

Kapal itu bernama KM Mina Pangestu I, milik Suparman, warga desa Gegunung Wetan Kec. Rembang Kota. Kapal semula akan berangkat melaut, saat mulai melaju, kapal membentur batu, sehingga terjadi kebocoran. Air laut langsung menggelontor masuk. Tiga jam berlalu, sisi belakang kapal mulai karam.

Fawzi, nahkoda kapal Mina Pangestu I mengungkapkan sejumlah anak buah kapal dibantu penyelam berupaya memasang blung dan jirigen, untuk menstabilkan badan kapal. Kalau tidak mengambil langkah seperti itu, sudah pasti kapal akan tenggelam. Selain itu, pihaknya menyelamatkan seluruh perbekalan melaut, seperti bahan makanan dan bahan bakar. Begitu terangkat, kapal baru diperbaiki ke Juana Pati.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono menjelaskan tumpukan batu proyek dermaga, di dalam masih menyisakan rongga. Ketika ombak besar angin timuran, mengakibatkan batu batu tersebut berjatuhan ke dasar laut. Beberapa waktu lalu pernah dikerahkan sejumlah penyelam, untuk membersihkan batu. Kemungkinan berceceran lagi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pelabuhan Perikanan Pantai maupun Dinas Kelautan Dan Perikanan, membicarakan bagaimana solusi terbaik mengatasi masalah tersebut.

Letda Hartono menambahkan solusi jangka pendek dengan diselami, kemudian memunguti batu satu per satu dan dikembalikan pada posisi semula. Tapi ia memprediksi saat musim ombak baratan nanti, akan semakin banyak batu berceceran, karena ombak lebih menggila. Butuh semacam penahan, untuk menjaga tumpukan batu.

Kalau belum teratasi, dikhawatirkan awak kapal enggan bersandar melelangkan ikan hasil tangkapannya ke TPI Tasikagung, lantaran keselamatan kapal mereka terancam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *