Flash News
No posts found

Atap Ringsek, Sang Tekhnisi Tewas

Alat berat beckhoe ringsek, setelah tertimpa batu di dusun Mbanyu desa Kalitengah.

Alat berat beckhoe ringsek, setelah tertimpa batu di dusun Mbanyu desa Kalitengah.

Pancur – Seorang tekhnisi alat berat beckhoe, tewas dengan luka mengenaskan, setelah tertimpa batu berukuran cukup besar di lokasi pertambangan batu belah, turut tanah dusun Mbanyu desa Kalitengah Kec. Pancur. Korban tewas yakni Ardiansyah Purnomo (20 tahun), warga desa Sidowayah Kec. Pancur.

Peristiwa terjadi pada Kamis pagi, sekira pukul 10.00 wib. Awalnya, operator alat berat beckhoe, tengah pergi istirahat untuk makan. Tanpa sepengetahuan operator, tekhnisi Ardiansyah Purnomo mencoba mengoperasikan beckhoe. Tiba tiba tanah dan batu setinggi 12 meter runtuh, langsung menimpa beckhoe. Atap beckhoepun ringsek, sehingga korban menderita luka berat. Ardiansyah meninggal dunia di tempat kejadian.

Kapolsek Pancur, AKP Suwardi mengatakan begitu sampai lokasi tambang, pihaknya membawa jenazah korban ke rumah sakit dr R Sutrasno. Usai visum, jenazah almarhum diserahkan keluarga, untuk dimakamkan. Selain itu, bersama tim identifikasi Polres Rembang, juga menggelar olah TKP.

Kepala Desa Kalitengah Kec. Pancur, Anshori menuturkan selama ini pengelola maupun pekerja tambang tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah desa. Entah karena faktor apa, tetapi mustinya setiap ada kegiatan penambangan, desa mendapatkan pemberitahuan.

Kepala Bidang Mineral Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kab. Rembang, Biyantoro memastikan penambangan batu di dusun Mbanyu desa Kalitengah Kec. Pancur yang memakan korban nyawa, belum mengantongi izin dari pemerintah. Pihaknya berjanji segera mengambil langkah langkah penindakan. Apakah lokasi tambang akan ditutup, petugas Dinas ESDM akan mengkaji lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *