Flash News
No posts found

Jauhi Kampanye Hitam, Dua Kubu Siapkan Jurus Andalan

Calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Rembang – Tim kampanye dua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden di kabupaten Rembang, siap menghindari kampanye hitam selama masa kampanye yang akan berakhir tanggal 05 Juli mendatang.

Joko Suprihadi, pendukung pasangan Prabowo Subianto – Hatta Radjasa menganggap kampanye hitam, bukan zamannya lagi. Politisi Partai Keadilan Sejahtera warga Kelurahan Magersari Rembang ini, ingin mengkampanyekan Prabowo – Hatta secara sehat, ke rumah rumah warga. Diantaranya seperti prestasi Prabowo saat menyelamatkan sandera di Timor Timor kala itu, tanpa pertumpahan darah dan lebih mengandalkan pendekatan kemanusiaan. Kemudian kepedulian Prabowo membebaskan tenaga kerja wanita asal Nusa Tenggara Timur, Wilfrida Soik dari ancaman hukuman mati pemerintah malaysia tahun 2014 lalu. Belum jadi presiden saja, Prabowo sudah mempunyai perhatian cukup tinggi, membela kaum buruh migran di luar negeri. Belum lagi pengabdian Prabowo selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia optimis melalui kampanye seperti itu, akan mendapatkan simpati masyarakat.

Lalu bagaimana dengan kubu pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla ? Wakil Sekretaris Tim Sukses Jokowi – JK Kab. Rembang, Kusnadi menyatakan kampanye hitam dengan menjelek jelekkan kubu lawan, justru bisa merugikan timnya sendiri dan tidak mendidik masyarakat. Pihaknya akan lebih mengkampanyekan program kartu pintar indonesia dan kartu sehat indonesia, untuk menarik pemilih.

Masih banyak warga belum mengetahui program Jokowi – JK. Nantinya relawan mempunyai tugas mengenalkan program tersebut. Lagipula tingkat elektabilitas Jokowi cukup tinggi, sehingga diharapkan tidak terlalu muncul kendala, ketika turun ke lapangan.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kab. Rembang, Mukhlis Ridho berharap pemilih ikut berperan aktif mengawasi potensi kampanye hitam, terutama menjelang hari pencoblosan tanggal 09 Juli 2014. Ia mengingatkan pelaku kampanye hitam, bisa diancam pasal pidana Pemilu, dengan hukuman penjara dua tahun dan denda Rp 24 juta.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Rembang, Minanus Suud mengungkapkan sampai hari Jumat (06 Juni 2014) pihaknya belum menerima surat pemberitahuan, adanya kampanye terbuka dari tim sukses dua pasangan calon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *