Flash News
No posts found

Dihadang Barikade Polisi, Tiga Wanita Ini Nekat Menerobos

Sejumlah wanita gagal bertemu Gubernur Jawa Tengah, disela sela peringatan Hari Lingkungan Hidup.

Sejumlah wanita gagal bertemu Gubernur Jawa Tengah, disela sela peringatan Hari Lingkungan Hidup.

Rembang – Tiga orang perempuan dari desa Tegaldowo dan Timbrangan, Senin pagi (09 Juni 2014) nekat menerobos masuk ke lokasi peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat provinsi Jawa Tengah, yang berlangsung di desa Pasar Banggi Kec. Rembang Kota.

Awalnya massa dengan menumpang dua truk datang. Mereka dihadang barikade petugas Dalmas Polres Rembang, di pinggir jalur Pantura, dekat akses masuk menuju lokasi acara. Sebagian besar tertahan, tapi ada tiga wanita yang tetap ngotot masuk, ingin bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Lantaran terus dicegah aparat kepolisian, tiga wanita ini hanya duduk, berjarak 30 meter sebelah utara tenda. Ada yang menggendong bungkusan berisi nasi jagung, jagung hasil panen dan buah waluh, biasa untuk campuran minuman kolak.

Sukinah, warga desa Tegaldowo Kec. Gunem mengaku ingin bertemu gubernur, sekaligus menyerahkan hasil bumi pertanian tersebut. Ia membantah akan berkeluh kesah terkait penolakan rencana pembangunan pabrik semen.

Setelah mobil gubernur beserta rombongan meninggalkan lokasi, ketiga wanita ini ikut pergi, sambil melontarkan kekecewaan. Sukinah menimpali dulu ketika masa kampanye pemilihan Gubernur, masyarakat kecil dicari cari tim sukses dan diarahkan untuk memilih Ganjar Pranowo. Tapi giliran ketika warga ingin bertemu Gubernur, selalu dihalang halangi.

Sumarno, tokoh pemuda desa Tegaldowo menyatakan siapapun berhak bertemu pimpinan Jawa Tengah. Ia menyadari sebagai tamu tak diundang, tapi apakah musti harus selalu izin polisi.

Kepala Satuan Intel Polres Rembang, AKP Antonius Wiyono berulang kali mengingatkan warga, untuk tidak nekat mendekati gubernur. Ia beralasan kunjungan Ganjar Pranowo ke Rembang, sudah diatur protokoler. Sama sekali tidak ada agenda untuk bertemu kelompok warga, yang selama ini menyuarakan penolakan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di wilayah Kec. Gunem.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *