Flash News
No posts found

Banyak Korban, Tjahyono Diserahkan Kejaksaan

Tjahyono Santoso (mengenakan helm) saat digeruduk warga, beberapa waktu lalu. Tjahyono secara resmi diserahkan kepada Kejari Rembang.

Tjahyono Santoso (mengenakan helm) saat digeruduk warga, beberapa waktu lalu. Tjahyono secara resmi diserahkan kepada Kejari Rembang.

Rembang – Polsek Rembang Kota, hari Kamis (12 Juni 2014) melimpahkan mantan notaris Thahyono Santoso (67 tahun), kepada Kejaksaan Negeri Rembang. Tjahyono Santoso sebelumnya pernah membuka kantor di Jl Dr Wahidin dan ruko dusun Grajen desa Sumberejo Rembang.

Kepala Unit Reskrim Polsek Rembang Kota, Ipda Martoyo menjelaskan semula bulan Februari 2014 lalu, seorang warga melaporkan Tjahyono Santoso, karena diduga terlibat penipuan dalam pengurusan sertifikat tanah dan hak guna bangunan. Setelah menjalani pemeriksaan, Tjahyono tidak ditahan, karena bersikap kooperatif dan pertimbangan sudah berusia lanjut.

Hanya saja proses hukum tetap berjalan. Begitu Kejaksaan Negeri Rembang menginformasikan berkas pemeriksaannya telah lengkap atau P 21, Polsek Rembang Kota giliran menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri, Kamis pagi. Tjahyono tidak langsung ditahan oleh Kejaksaan Negeri, karena harus menunggu penasehat hukumnya yang kebetulan ada tugas ke Semarang. Namun dipastikan tersangka tidak akan melarikan diri.

Sementara itu Gunawan Widjaya, warga Jl Kartini Rembang menyatakan dirinya melaporkan Tjahyono Santoso, karena selama ini sudah banyak warga menjadi korban. Biasanya warga mengurus sertifikat, lama ditunggu tidak beres. Padahal sudah menyerahkan uang, dengan jumlah bervariasi. Ia memprediksi nilai kerugian seluruh korban mencapai ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah.

Ia sendiri sempat membayar Rp 27,5 juta. Uangnya tidak kembali tak masalah, yang penting tersangka mendapatkan hukuman setimpal.

Kasus ini sebelumnya mencuat, ketika Gunawan Widjaya bersama sejumlah korban penipuan menggeruduk kantor Tjahyono Santoso di deretan ruko dusun Grajen. Tjahyono harus berlari menyelamatkan diri, menghindari amukan warga. Korban akhirnya menguras alat alat perabotan kantor dan menyita sepeda motor Yamaha Mio, untuk barang jaminan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *