Flash News
No posts found

Empat Titik Dipasangi Alat Pantau, Mana Saja?

Peralatan untuk mendeteksi air bawah tanah. (gambar atas) suasana diskusi mengenai pabrik semen dan dampaknya.

Peralatan untuk mendeteksi air bawah tanah. (gambar atas) suasana diskusi mengenai pabrik semen dan dampaknya.

Rembang – PT Semen Indonesia siap memasang empat titik pantau air bawah tanah, menjelang pembangunan pabrik semen di sebelah barat desa Kajar Kec. Gunem. Alat tersebut berfungsi untuk mengukur debet air bawah tanah, sesuai studi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Pakar air bawah tanah dari Universitas Gajah Mada, Eko Haryono dalam sebuah diskusi di ruang pertemuan Hotel Gajah Mada Rembang, Kamis malam (12/6) mengatakan sebelum mulai penambangan, piranti buatan luar negeri tersebut harus sudah dipasang. Tujuannya untuk bahan perbandingan, sebelum hingga kelak pabrik semen sudah beroperasi. Hasil dari penelitian mata air, bisa diakses langsung oleh masyarakat.

Lilik Sulistyono, ketua tim perluasan bahan baku PT Semen Indonesia menjelaskan keempat mata air yang akan dipasangi alat pemantau debet air meliputi lokasi sekitar tapak pabrik, dekat kawasan penambangan, Sumber Semen desa Tahunan Sale dan sumber air Mantingan Kec. Bulu. Pemasangan akan didampingi sejumlah tenaga ahli.

Langkah serupa juga diterapkan pada pabrik semen di Tuban Jawa Timur. Selama belasan tahun beroperasi, sampai saat ini belum berdampak buruk terhadap penurunan air bawah tanah.

Sementara itu, sekretaris perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto menyampaikan rencananya pada hari Senin, tanggal 16 Juni 2014, pihaknya akan melakukan doa bersama untuk memulai pembangunan pabrik.

Menurutnya, acara seremonial peletakan batu pertama tidak terlalu penting. Yang utama, bagaimana menjalankan tahapan sesuai rencana. Soal ada penolakan, perwakilan investor tetap melakukan pendekatan. Ia optimis suatu saat perbedaan akan berujung pada titik temu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *